Mengenal Model Sistem Operasi

Sistem operasi adalah sistem yang berada di antara perangkat keras dan program aplikasi, yang mengatur perangkat keras dan landasan untuk program aplikasi tersebut. Dengan adanya SO ( Sistem Operasi ), pengguna dapat memaksimalkan fungsi daripada hardware dan software. Jadi SO bukanlah bagian daripada hardware maupun software.
Terdapat banyak model SO, yang di kembangkan dari masa ke masa, berikut adalah penjelasan singkat mengenai beberapa model SO.

Model Sistem Operasi Tradisional

Digambarkan oleh pakar Van Neumann, dengan menerapkan 4 kategori utama dari pada komputer yaitu prosessor, memori penyimpanan , input dan output. Pada proses awal perkembangan sistem operasi, programmer dan operartor menjadi satu bagian yang utuh, namun seiring berjalannya waktu. Fungsi programmer dan operator di pisahkan. Programmer ataupun user bertugas untuk memberikan perintah dengan bantuan operator. Operator akan mengumpulkan perintah ke dalam sebuah job, dan di jalankan secara berkelompok. Di kenal juga dengan sistem batch.

Model Sistem Operasi Multiprogramming

Yaitu sistem yang memungkinkan job di simpan kedalam sebuah memori dalam waktu yang sama lalul CPU akan menjalankannya, secara bergantian. Sistem ini memerlukan penyediaan I/O Routine, pengaturan alokasi memory, penjadwalan CPU, dan lain-lain. Mainframe computer ialah sebuah sistem komputer yang memungkinkan pengumpulan device-device yang sama atau bermacam-macam dalam satu sistem sharing. Di gunakan dalam sistem Time-Sharing Sistem/ Multitasking Intreractive Computing.

Model Sistem Komputer Meja

Terinspirasi dari model Mainframe, dan sebuah komputer yang di gunakan secara bersama-sama dalam satu waktu untuk kerja tertentu. Berukuran relatif kecil dan dapat di letakkan di meja. Contoh penerapan sistem operasi jenis ini, ada pada Laptop, Notebook, Desknote

Sistem Operasi Jamak

Seperti yang di ketahui dari namanya. Sistem operasi ini memiliki jumlah prosesor yang jamak. Salah satu kelebihan daripada sistem operasi ini adalah mempercepat proses pengerjaan suatu proses dalam satu unit waktu, bersifat fault tolerant, dan juga graceful degradation. Terdapat 2 multiprosessor yaitu SMP dan ASMP, Symmetric MultiProsessing dan Asymmetric MultiProsessing. Perbedaanya, SMP menjalankan suatu proses dalam suatu waktu yang bersamaan dan di dalam satu prosessor. Sedangkan pada ASMP, setiap prosseor memiliki tugas yang spesifik.

Sistem Operasi Terdistribusi dan Kluster

Sistem operasi ini menjadi representasi pengaplikasian daripada LAN, MAN, WAN, Internet. Bersifat loosely coupled system, yang artinya setiap prosessor mempunyai local memory sendiri. Hampir sama dengan multiprosessor system, Sistem Operasi terdistribusi juga memiliki keuntungan  ( selain mempercepat proses ) juga memungkinkan komunikasi antar komputer. Sistem Operasi Kluster ialah versi mini daripada Sistem Operasi Terdistribusi. Memiliki 2 model kerja, yaitu simetris dan asimetris. Model kerja asimetris, menempatkan suatu mesin yang tidak melakukan kegiatan apapun, untuk bersiap siaga mengawasi mesin yang bekerja. Jika mesin yang bekerja tersebut mengalami masalah, maka pengawas akan mengambil alih tugasnyas proses komputasi akan di lakukan pada mesin yang lain. Lain halnya pada model simetris. Mesin yang berfungsi sebagai pengawas tersebut, juga berfungsi sebagai komputasi

Sistem Operasi Waktu Nyata

Real Time Systems, sistem yang proses komputasi berjalan dalam waktu tertentu. Real Time Systems, memiliki 2 jenis model, yaitu Hard RTS dan Soft RTS. Pada Hard RTS, memungkinkan proses untuk berjalan mengutamakan yang paling penting dalam pemanfaatan I/O dengan jangka waktu tertentu yang ketat. Soft RTS, tidak memiliki aturan waktu seperti  Hard RTS, tetapi menjamin proses terpenting mendapatkan prioritas yang tertinggi.

Post a Comment

0 Comments