Konten LGBT Kian Marak, Ini Tanggapan Kemkominfo

Akhir-akhir ini, kabar tentang beredarnya LGBT (Lesbian,Guy, Biseksual, dan Transgender) makin marak. Tak hanya terjadi di luar negeri, di Indonesia, penyebaran LGBT, bisa dikatakan dalam tahap memprihatinkan. Akhir tahun lalu, mungkin masih teringat oleh kita bahwa konten LGBT telah merambat dalam medsos, seperti gif pada WhatsApp dan juga banyaknya aplikasi yang bertemakan LGBT. Tak hanya dalam media online, konten LGBT juga telah merasuki dunia percetakkan. Sebelumnya, telah viral sebuah buku untuk balita yang isinya diduga mengkampanyekan LGBT.

Terkait hal ini Kemkominfo (Kementrian Komunikasi dan Informatika), telah mengirimkan permintaan resmi terhadap Google Play Store, untuk menghapus 73 aplikasi yang berhubungan dengan LGBT, dan meminta pemblokiran 15 DNS dari 15 aplikasi LGBT, di Play Store, Senin 15 Januari Lalu.

Tidak hanya berhenti sampai di situ, upaya pemberantasan konten LGBT juga semakin hari semakin di tingkatkan. Selama Januari 2018, ada 169 laman LGBT yang bermuatan asusila yang sudah diblokir, dengan 72.407 konten asusila tengah ditangani.
Selain, tentunya mendapatkan dukungan oleh masyrakat umum, DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), juga secara terang-terangan memberikan dukungannya terhadap upaya yang di lakukan Kemkominfo. Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan 
" Jadi DPR memotivasi dan mendorong Kementrian untuk melakukan langkah-langkah yang tegas, menghalau pengaruh LGBT itu dalam kehidupan anak bangsa kita. Kita bisa melihat berita-berita penggerebekan terhadap kaum gay yang berpesta. ini jangan sampai meluasnya " Katanya.
Dengan adanya langkah sigap yang di ambil Kemkominfo, diharapkan tidak ada lagi penyebaran paham LGBT dalam bentuk apapun. Tentu saja dampak LGBT, tidak lain hanyalah hal yang penuh dengan nilai negatif

Post a Comment

0 Comments