Pengertian VPN, Cara Kerja serta Jenis-Jenis Protokolnya

Virtual Private Network adalah teknologi komunikasi yang memungkinkan user, untuk dapat bergabung dalam sebuah jaringan publik untuk digunakan sebagai jaringan lokal. Dengan VPN, user akan mendapatkan berbagai manfaat, selain tentu saja, keamanan secara umum. Di antaranya adalah :
- Confidentially (Kerahasiaan). Tingkat privasi yang tinggi. VPN menyediakan fitur seperti yang ada pada incognito tab atau private browsing untuk Google Chrome. Artinya sistem tidak akan menyimpan riwayat pencarian atau history. Berbeda dengan incognito, VPN dapat membuka semua jenis website yang telah di blokir sebelumnya.

- Origin Authentication (Autentifikasi sumber). Artinya tidak sembarang orang dapat mengirimkan data ataupun menerima data.

- Data Integrity. Menjamin proses pengiriman data daripada kerusakan, hilang, atau manipulasi oleh hacker

Terkait kelemahan daripada VPN, hanya berfokus pada masalah perhatian dalam menetapkan sistem keamanan yang digunakan untuk mencegah cybercrime.
Cara Kerja VPN
Teknologi VPN, bekerja pada protokol tersendiri. Salah satunya adalah Point To Point Protocol. VPN sendiri bekerja dengan cara tunneling. Tunneling menangani dan menyediakan koneksi point-to-point dari sumbernya. Di sebut sebagai tunnel (terowongan), karena koneksi tersebut terbentuk untuk melintasi jaringan umum, tanpa terlihat, serta tidak memperdulikan paket-paket data yang melintasi jaringan umum tersebut. Sama seperti jalur khusus untuk sepeda. Tunnel dapat dirancang dengan pengaturan pengalamatan IP dan routing IP. Dengan pengaturan yang tepat, sumber tunnel dan tujuan tunnel dapat melakukan komunikasi data dengan baik.  Tentu saja, paket data yang melewati tunnel tidak dibiarkan begitu saja. Tunnel di lengkapi dengan sistem enkripsi untuk menjaga data tersebut. 
Jenis-Jenis Protokol VPN

- PPTP ( Point to Point Protocol )
Protokol ini adalah protokol standar yang di gunakan ketika sebuah perangkat atau platform menggunakan VPN. Di kembangkan oleh Microsoft, PPTP mengunakan mekanisme Extensible Authentication Protocol (EAP), Challenge Handshake Protocol (CHAP), SHIVA Password Authentication Protocol (SPAP). PPTP sendiri menggunakan koneksi TCP. Protokol jenis ini sangat rentan untuk di bobol, terutama enkripsi CHAP yang tidak terselubung proteksi. Bahkan NSA (National Security Agency), menjadikan protokol ini sebagai standar pembelajaran pembobolan enkripsi. Microsoft selaku perusahaan pengembangnya, mengganjurkan pengguna VPN untuk memakai SSTP atau L2TP

- L2TP ( Layer 2 Tunnel Protocol )
Protokol ini merupakan hasil kombinasi PPTP dari Microsoft dan juga L2F  milik Cisco Sytem's. Berbeda dengan PPTP, L2TP tidak menyediakan enkripsi sendiri, melainkan mengandalkan enkripsi pada protokol yang di lewati oleh tunnel. L2TP menggunakan koneksi UDP.
- OpenVPN
OpenVPN termasuk jajaran protokol VPN yang masih baru, bekerja dengan SSLv3/TLSv1 dan OpenSSl Library, protokol ini sulit di blokir, bahkan oleh Google. Protokol ini mendukung berbagai macam algoritma kriptografi, seperti 3DES, AES, Camellia, Blowfish, CAST-128 dan masih banyak lagi.

- SSTP (Secure Socket Tunneling Protocol)
Sama seperti PPTP, protokol ini dikembang oleh Microsoft dalam Windows Vista Service 1. Meskipun tersedia untuk SEIL, Linux, dan RouterOS, penggunaannya masih di utamakan untuk platform Windows. Dapat mencegah masalah firewall NAT, stabil dan mudah digunakan terutama untuk sistem Windows

- IKEv2 (Internet Key Exchange Version 2)
Hasil pengembangan daripada Microsoft dan Cisco, dan dipasang dalam platform Windows 7 dan seterusnya. Bahkan sudah kompatibel dengan untuk Linux dan jenis platform OS lainya. Protokol jenis ini luar biasa fleksibel, sebab mobilitas dan multihoming protokol yang di milikinya. Protokol jenis sangat cocok untuk Blackberry.

Baca di sini untuk melihat aplikasi android terbaik penyedia VPN


Post a Comment

0 Comments