Memahami Proses Pada Sistem Operasi

Komputer adalah sebuah kesatuan yang didalamnya terdapat sistem operasi, yang bertindaknya layaknya penggerak untuk menjalankan suatu perintah. 
Tentu saja, sebelum perintah di jalankan oleh sebuah sistem, terdapat berbagai alur proses yang di laluinya.

OS akan melakukan berbagai macam eksekusi program, termasuk didalamnya batch system - jobs  dan time-shared systems - user programs or tasks.

Hal-hal berupa program counter, stack, dan data section, termasuk dalam bagian proses sistem. 
Perhatikan yang di gambarkan dengan pola diagram pohon, di bawah ini.




Proses A membuat 2 proses yang menjadi 2 bagian besar. Yaitu proses B dan C. 
Proses B, bergantian membuat proses selanjutnya, D, E, F. Tentu saja pola diagram pohon ini sangat mudah di pahami, namun tidak menggambarkan secara gamblang tiap proses yang terjadi.

Karena proses pada sistem operasi, memiliki 5 status
new : menandakan sebuah proses yang dibuat
running : menandakan sebuah instruksi / perintah sedang di jalankan
waiting : proses menunggu beberapa event yang terjadi
ready : proses menunggu untuk diterima menjadi proses resmi
terminated :  menandakan sebuah proses telah siap di eksekusi

Mungkin kita akan lebih memahaminya dengan contoh diagram dibawah ini..


Dari gambar di atas, dapat di jelaskan bahwa, proses yang pertama kali di alami adalah new, artinya proses di buat.

Proses kemudian akan beralih, "mengantri", untuk mendapatkan pengakuan menjadi proses ready. Setelah diterima proses akan beralih secara bergiliran menuju run.
Apabila proses dalam run, tidak memiliki resource berupa I/O atau menunggu event lain yang terlalu lama, ia akan mundur kebelakang, menuju proses waiting.  

Apa yang di tunggu ? proses akan menunggu untuk mendapatkan sebuah resource atau menunggu sebuah event menjadi sempurna.  Proses akan kembali menuju ready.

Dari ready, proses berpindah menuju run dengan cara bergiliran. Proses yang berada di running, bisa sewaktu-waktu  mengalami interrupt ( gangguan ) dan akan kembali menuju ready, hinga ke proses akhir.

Apabila proses running berjalan sempurna, maka proses akan menuju terminated atau selesai. 

Tidak hanya proses sistem sederhana, kita juga dapat memahami proses peralihan CPU dari proses ke proses lain


Dari gambar di atas dapat di ketahui, terdapat 2 proses, yaitu proses P0 dan proses P1. 
Mula-mula P0 melakukan eksekusi sebuah program. Di tengah proses eksekusi tersebut,  

P0 mengalami interrupt atau sistem di panggil. Proses akan langsung beralih menuju sistem yang memanggilnya, dan berubah menjadi proses P1.

Sebelum berpindah, P0 terlebih dahulu menyimpan status terakhirnya kedalam PCB (Program Control Block)0

PCB  berisi tentang informasi mengenai status proses, perhitungan program, CPU register , informasi penjadwalan CPU,  informasi manajemen memori, informasi akutansi, dan status I/O
  
Penyimpanan di maksudkan, agar ketika proses kembali menuju P0, proses tinggal melanjutkan status yang ada, tanpa mengulang dari awal. 

Ibarat sebuah program yang telah di simpan. Kita tidak perlu lagi melakukan peng kodean dari awal.

Penyimpanan status P0 juga bersamaan dengan proses memuat sebuah memori yang berguna untuk menyimpan status terbarukan dari P1. 

P1 melakukan eksekusi pada sebuah program. Di saat sedang dalam proses mengeksekusi sebuah program, P1 mengalami interrupt atau sistem di panggil oleh P0. 

Sebelum berpindah menjadi P0, P1 akan menyimpan terlebih dahulu status terakhir dan segera memuat status yang terakhir kali ada pada P0.

Perlu di ketahui, sebelum P0 memanggil kembali proses, terdapat selang waktu, di mana P0 tidak sedang melakukan apa-apa, dan itu dinamakan dengan idle.
    
 

Post a Comment

0 Comments