Sistem Pengambilan Keputusan Oleh Simon(1977)


Dewasa ini, sistem pengambilan keputusan memiliki hubungan yang sangat erat dengan perkembangan suatu bisnis dalam perusahaan. 
Dengan program SPK yang baik, perusahaan dapat memperoleh manfaat yang begitu besar, semisal ;
memperluas kapabilitas dari si pengambil keputusan dengan tidak mengantikan penilaian para pengambil keputusan, dan secara tidak langsung, SPK yang baik juga akan ikut berimbas kepada peningkatan feedback yang positif dari pengelolaan terhadap CRM (Customer Relationship Management). 
Tentu, bukan lagi sesuatu yang mengherankan, apabila materi SPK, menjadi bahan pembelajaran di perkuliahan, tidak hanya untuk prodi manajemen bisnis dan sejenisnya, SPK, juga telah ada di mata kuliah sistem informasi, ilmu komputer, maupun teknik informatika. 
Meskipun tidak secara gamblang, namun ada secara tersirat, didalam mata kuliah mereka. 
Berikut ini adalah beberapa karakteristik dan kemampuan SPK.(Turban,2005)
  1. Memudahkan manajer dalam pengambilan keputusan, semi terstruktur
  2. Penyetaraan pertimbangan manajer yang berada pada level yang berbeda
  3. Peningkatan efektivitas dan effiensi keputusan
  4. SPK bersifat interaktif serta fleksibel
  5. Mendukung kualitas bisnis
  6. SPK adaptif sepanjang waktu
Kali ini, Lautan akan membahas tuntas tentang FrameWork Pengambilan Keputusan dari buku Simon (1997)
Perlu diketahui bahwa terlebih dahulu, Simon termasuk kedalam orang-orang ahli yang mengemukakan tentang Cognitive-limit. Intinya, otak manusia bukanlah sesuatu yang dapat bekerja terus menerus,apalagi untuk menyimpan sejuta data hanya dalam satu yang sama.
 
Artinya kemampuan pemecahan permasalahan perorangan terbatas ketika membutuhkan keterlibatan informasi dan pengetahuan yang berbeda.Mungkin anda pernah mendengar namanya di salah satu mata kuliah, tepatnya di perkuliahan Interaksi Manusia dan Desain. Adanya permasalahan Cognitive-limit itulah, sebab diperlukannya sebuah sistem informasi dengan pengelolaan dan manajemen yang baik, seperti DSS.  
Simon sendiri telah membagi kerangka kerja dari sistem pengambilan keputusan kedalam 4 bagian utama, yaitu ;
  •  Intellegence
Tahap pertama, terdiri dari aktivitas penelusuran, pendeteksian, serta proses pengenalan data masalah. Data-data tersebut diproses dan diuji dalam rangka identifikasi masalah.
  • Design
Tahap kedua, terdiri dari proses pemahaman terhadap masalah, mencari solusi sekaligus uji kelayakan solusi tersebut. Ketiga proses tersebut dapat disama artikan dengan aktivitas menemukan, mengembangkan, dan menganalisa alternatif tindakan yang dapat dilakukan.
  • Choice
Dari namanya, kita akan segera paham dan mengetahui bahwa tahap ini, mengharuskan diri kita untuk segera melakukan proses pemilihan diantara berbagai alternatif tindakan yang mungkin dijalankan
  • Review
Tahap terakhir, meliputi peninjuan kembali dari keputusan yang telah diambil.

Post a Comment

0 Comments