Uber Dengan Grab Bersatu ? Bagaimana Nasib Go-Jek



Hallo Sobat Lautan, kembali hadir pada artikel terbaru kami yang bertajuk "Uber Dengan Grab Bersatu ? Bagaimana Nasib Go-Jek. Simak ulasan dibawah ini.

Baru-baru ini tersiar kabar bahwa Grab berhasil mengakusisi seluruh operasional bisnis dari pesaingnya, Uber dikawasan Asia Tenggara. Dengan demikian Uber akan menyerahkan seluruh layananya, baik itu jasa berbagi tumpangan maupun pengiriman makanan kepada Grab

SoftBank Group memiliki andil besar dalam proses pengakusisian Uber. Perlu diketahui bahwa, perusahaan tersebut merupakan investor terbesar yang dimiliki Grab, sekaligus pemegang saham mayoritas di Uber. Selain itu, SoftBank Group juga mempercepat proses konsolidari untuk menyeimbangkan keuangan Uber yang selalu jor-joran setiap tahunnya.

Dara Khosrowshahi
Langkah yang diambil Uber ini, diharapkan mampu meningkatkan keuntungan dari perusahaan yang pusatnya berada di negara adidaya, Amerika Serikat. CEO Uber, Dara Khosrowshahi menjabarkan, fokus di pasar utama tidak hanya berkutat pada penguatan operasional tetapi juga memberikan pemilikan saham yang lebih besar dan lebih bernilai di pasar-pasar penting yang tidak dipenetrasi oleh Uber.

Walaupun aksi merger dan akusisi akan selalu menjadi langkah penting perusahaan, tapi kedepannya kami akan lebih fokus pada pertumbuhan organik dari pengembangan produk, layanan, dan teknologi terbaik dunia, kami juga membangun kembali brand perusahaan menjadi sebuah brand yang mendapat dukungan dari para pengemudi, kota-kota, dan penumpang kami", paparnya dalam laman resmi Uber, sumber bisnis.com
Ia juga menambahkan, bahwa langkah penting kemitraan ini merupakan langkah tepat bagi Uber dalam jangka panjang di Asia Tenggara. Layanan Uber sendiri tersedia di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filiphina, Thailand, Vietnam, Kamboja. dan Myanmar.


Referensi dari Kompas.com,dampak kerja sama ini mengharuskan driver Uber di Asia Tenggara untuk melakukan registrasi ulang. Laman resmi Grab menyatakan, pengemudi Uber harus mendaftrakan diri di Grab untuk mengemudi kedepannya setelah layanan Uber tidak lagi aktif.

Tenggat waktu yang diberikan hingga 8 April 2018, sebelum tanggal tersebut, aplikasi Uber masih bisa digunakan seperti biasanya. Laman online terkait proses transisi ada di sini

Driver Go-Jek
Dengan demikian, persaingan transportasi online di Asia Tenggara, tinggal menyisakan 2 pesaing besar, Grab VS Go-Jek. Akan jadi hal yang menarik untuk melihat strategi pasar yang akan dilakukan oleh Go-Jek kedepannya.

Post a Comment

0 Comments