UGM Raih Juara Pertama Mobil Hemat Energi Di Singapura

Indonesia seperti tak pernah habis melahirkan generasi-generasi emasnya. kali ini, pada ajang, Shell Eco-maraton Driver's World Championsip Asia 2018, indonesia berhasil menempatkan 3 wakilnya untuk naik podium teratas. Berada pada urutan pertama, terdapat Tim Semar yang mewakili universitas ternama di Yogyakarta, Universitas Gajah Mada, di susul ditempat kedua oleh ITS Team 2, Institut Teknologi Sepuluh November, dan posisi 3 didapatkan oleh Garuda UNY ECO Team, Universitas Negeri Yogyakarta.

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus di Jual Kapan ? Cek di sini
Pameran Komputer Yogykarta April 2018 >> Cek di sini 

Perlombaan DWC Regional Asia ini diiukti oleh 7 tim, dari berbagai universitas dan kebanyakan peserta didominasi oleh negara Indonesia. Tim Nogogeni ITS Team 1 dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dan Tim Bumi Siliwangi dari Universitas Pendidikan Indonesia. 
Sisanya berasal dari Vietnam dan Singapura, yakni LH Est dari Lac Hong University Vietnam, dan NTU Singapore 3D Printed Car dari Nanyang Techonological University Singapura.

Tentu saja, keberhasilan yang diperoleh tim-tim Indonesia dalam kejuaraan tersebut mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari publik, tak terkecuali, Darwin Silalahi, Country Chairman dan Presiden Director PT Shell Indonesia.
Selamat kepada tiga tim Indonesia yang berhasil menjadikan All Indonesia Team sebagai juara di DWC Asia, kita semua sangat bangga dengan pencapaian luar biasa ini, bukti nyata dan inspiratif bahwa anak-anak muda Indonesia memiliki talenta dan kemampuan yang sangat kompetitif tidak hanya di regional tetapi juga ditingkat global, sumber Tempo.co
Dalam perlombaan tersebut, para pengemudi dituntut untuk tampil handal dalam berkendara dengan kecepatan tinggi namun hemat energi atau bahan bakar. Ketujuh tim sama-sama berjuang dengan ketat dan professional untuk menyelesaikan sembilan putaran ditengah teriknya matahari, di Changi Exhibition Center, Singapura.

Sumber : vernonchan.com
Catatan terbaik dipegang oleh Tito Setyadi Wiguna, dengan finish pada urutan pertama, dan sisa bahan bakar 0,9 %. Tito menjelaskan keberhasilan mereka, tidak lepas dari buah dari persiapan dan kerja keras seluruh anggota tim selama berbulan-bulan
Kami berpikir keras untuk menghasilkan sesuatu yang dapat membuat kecepatan dan efisiensi energi menjadi seimbang, sesuai dengan rata-rata tuntunan para pengemudi di jalan, dan kami merasa senang dapat mencapainya, katanya
Tim Semar UGM, yang bertindak sebagai juara berhak mendapatkan uang tunai sebesar USD 3.000. Tidak hanya itu, tim-tim yang berada di podium 1, 2, 3, akan kembali bertanding dalam DWC Global, di ajang Make The Future Live di London, Inggris pada 8 Juli 2018. Lawan-lawan yang akan dihadapi adalah tim-tim UrbanConcept terbaik dari kawasan Amerika dan Eropa. Pemenang dari perlombaan ini, akan memiliki kesempatan mengunjungi markas Scuderia Ferrari


Tentu saja, selalu ada doa masyarakat untuk mereka, anak-anak bangsa yang sudah dan akan terus berjuang membanggakan nama Indonesia, dikancah internasional.

Post a Comment

0 Comments