Facebook Akan Beritau User Indonesia Yang DiCuri Datanya

Loading...

Hallo Sobat Lautan, kembali hadir pada artikel terbaru kami yang bertajuk "Facebook Akan Beritau User Indonesia Yang DiCuri Datanya"

Baru-baru ini, kita sempat digemparkan oleh bocornya 50 juta data Facebook yang bocor ke halaman publik. Cambridge Analytica, Aleksandr Kogan, dan Christopher Wylie, adalah pihak-pihak yang mengambil peran besar dalam bocornya data facebook ini. Dampak dari data facebook yang bocor ini, langsung berdampak pada perkembangan saham dunia yang dimiliki oleh Facebook. Kronologis ceritanya ada disini

Namun, dibalik berita yang menyedihkan tersebut, terendus berita gembira bagi kita semua, bahwa Facebook akan memberitaukan, siapa-siapa saja yang terkena operasi kotor CA ini.
Pemberitahuan ini akan ditampilkan lewat tautan di newsfeed masing-masing.
Pada 9 April, kami akan beri tahu aplikasi apa saja yang mengambil data dari Facebook, Mereka bisa menghapus aplikasi yang diinginkan, sumber :Facebook
Sebagai bagian dari proses ini, kami juga akan memberi tahu pengguna jika informasi mereka telah disalahgunakan Cambridge Analytica, sumber :Facebook
Pemberitahuan ini seolah menjadi berita gembira bagi Indonesia, mengapa demikian ? Berdasarkan data yang diperoleh dari Facebook, Indonesia berada pada peringkat ketiga negara yang mengalami kebocoran data ke CA


Dari sumber Lautan dapatkan, bbc.com, selain akan mengumumkan data-data pengguna yang dicuri, melalui wakilnya Schroefer memaparkan 3 langkah untuk menghadapi skandal ini
  • Menghentikan aplikasi ketiga melihat daftar tamu dihalaman Acara maupun isi pesan yang diunggah ke halaman tersebut 
  • Berkomitmen untuk selalu menyimpan log riwayat telepon dan pesan teks melalui aplikasi Messenger dan Facebook Lite untuk setahun. 
  • Tautan akan muncul di tempat teratas di lini masa para pengguna facebook pekan depan, tautan tersebut dapat digunakan untuk meninjau ulang aplikasi pihak-ketiga yang digunakan di Facebook
Mudah-mudahan, langkah yang diambil Facebook mampu meredam keinginan dari pemerintahan Indonesia yang kabarnya akan menutup akses Facebook, karena facebook dinilai sudah melanggar undang-undang yang berlaku.
Sebagai negara yang berdaulat, hukum di Indonesia harus dipenuhi dan siapapun yang melanggar dikenakan sanksi aturan hukum yang berlaku, ujar Meutya wakil ketua fraksi Golkar di Komisi I, sumber cnnindonesia.com
Meutya sendiri mengutip dari UU ITE pasal 32 yang berbunyi

Pasal 32 
  1. Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun, mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan  suatu informasi elektronik dan /atau Dokumen Elektronik milik orang lain atau milik publik
Adapun hukuman bagi pelanggar Pasal ini akan dikenakan dengan pidana penjara paling lama 8 tahun atau denda paling banyak 2 Milyar rupiah. 

Post a Comment

0 Comments