Ini Dia Strategi Go-Jek Hadapi Perpaduan Grab dan Uber


Hallo Sobat Lautan, kembali hadur pada artikel terbaru kami yang bertajuk "Ini Dia Strategi GoJek Hadapi Perpaduan Grab dan Uber"

Sebelumnya kita telah mengetahui Uber, perusahaan transportasi online telah diambil alih oleh Grab. Kepindahan kepemilikian saham Uber menjadi miilik Grab, murni strategi bisnis. Anda bisa membaca berita sebelumnya di Uber Dengan Grab Bersatu ? Bagaimana Nasib Go-Jek.

Kalah saingnya Uber dikawasan Asia Tenggara, menjadi kekhawatiran ada monopoli persaingan, terutama di Filipina. Dewan Majelis Rendah negeri tersebut, Luis Campos Jr, menyatakan secara terang-terangan, akan mengundang Go-Jek.
Untuk mengimbangi merger dan memicu kompetisi, kami mungkin harus mendorong pemain besar lain seperti Go-Jek untuk segera datang, sumber Kompas.com
Luis sendiri, mengaku tertarik dengan Go-Jek, perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim, tahun 2010, Keterkaitan ini didasari lantaran Go-Jek memiliki lebih dari 400.000 mitra driver dan kendaraan. Luis, juga menyatakan bahwa Go-Jek adalah aplikasi ride-hailing terpopuler dengan populasi keempat terbesar didunia (Indonesia).

Nadiem Makarim, Founder Go-Jek, Lulusan Harvard Business School, AS. Source nyozee.com
Terkait bergabungnya Uber dengan Grab, beberapa negara dikawasan Asia Tenggara, memiiliki responnnya tersendiri. Di negara Luis Campos, perjanjian bisnis Uber dan Grab, harus menyertakan detail-detail perjanjian kepada PCC (Komisi Kompetisi Filiphina). Laporan detail perjanjian diantara keduanya, diharapkan mampu menghilangkan efek anti-kompetitif seperti layanan buruk, tetapi harga mahal. Di Singapura, Komisi Pengawas Persaingan Usaha tengah menyelidiki tranksaksi akusisi kedua perusahaan tersebut.

Apa tanggapan Go-Jek mengenai ajakan Luis ?, Yang jelas, dari surat elektronik internal perusahaan yang bocor ke Reuters, Go-Jek akan melebarkan sayap ke tiga negara hingga pertengahan tahun 2018, mungkin diantara ketiga tersebut, terdapat nama Filipina. Nadiem Makarim pun PD-PD saja menghadapi persaingan yang tinggal melibat 2 pemain ini.

Makin sedikit pemain, artinya makin mulus jalan untuk melanjutkan dan memperdalam dominasi pasar oleh Go-Jek, sumber Kompas.com
Ketidakkhawatiran Nadim juga tergambarkan dalam surat yang diberikan Go-Jek pada Uber melalui media sosial twitter.

 


Ingin berbelanja online barang seputar Gadget ?? di Shopee Toko Gadget Lover Tempatnya
 
 Shopee
Jangan lupa untuk Follow Ig Lautan di sini

Post a Comment

0 Comments