Pengertian, Komponen, Cara Kerja DNS Server- Lengkap



Hallo sobat Lautan, kembali hadir pada artikel terbaru kami yang bertajuk, "Pengertian Lengkap Dari DNS Server ".

Dari namanya, DNS (Domain Name System) server, dapat kita artikan sebagai sebuah sistem pelayanan yang dapat menyediakan resolusi pengubahan alamat ip address menjadi sebuah domain, bersifat distributed database. Tujuan daripada pengubahan alamat ip address menjadi sebuah nama domain yang unik, tidak lain, hanyalah untuk memudahkan akses user menuju halaman website yang diinginkan. Kita dapat mengetahui alamat sebuah website dengan menggunakan CMD dengan syntaks ping nama domain, semisal ping www.lautan-it.com

Hasil Perintah Ping nama domain
Mungkin anda sedikit bingung dengan hasil perintah ping di atas. Dari gambar diatas terdapat yang namanya domian biasa, dan FQDN (Full Qualified Domain Name). Domain biasa, hanya menggunakan inisial domain dan diletakkan setelah hostname, dipisah tanda titik, layaknya lautan-it.com. Sedangkan bagian yang lengkap menggunakan www dapat dinamakan dengan FQDN, dengan bagian daripada lautan-it menjadi sub domain.  

Mengapa hasil berbeda ? Padahal, baik domain yang menyertakan www dan yang tidak sama-sama menyertakan lautan-it sebagai hostname nya. Perlu di ketahui bahwa, setiap nama domain bersifat unik dan memilki satu alamat ip.

Cara Kerja DNS

Database yang terdistribusi DNS adalah indeks dari nama domain. Setiap nama domain, pada dasarnya hanya berkutat pada large inverted tree, atau yang biasa disebut domain namespace. Kita dapat menggambarkannya seperi dibawah ini,

Source : OReily DNS and BIND 5th.edition
Gambar diatas, mirip dengan struktur sistem file UNIX. Hampir sama dengan sistem tersebut, DNS tree dapat bercabang dengan berbagi cara disetiap titik persimpangan atau node dengan kedalaman batas maksimal pohon 127 Level.

Dari penggambaran diatas, dapat diketahui bahwa penamaan domain mengikuti cabang yang berada ditempat teratas, atau turun temurun. 
Sebenarnya kita dapat memahami cara kerja domain lebih sederhana dengan mengetahui 3 komponen pengelolaan dalam DNS, yaitu DNS Resolver, Recursive DNS Server, dan Authoritative DNS server.
  • DNS Resolver : klien yang bertindak sebagai peminta DNS
  • Recursive DNS server : Pihak yang mencarikan DNS yang dipinta oleh klien
  • Authoritative DNS server : Pihak yang merespon setelah recursive melakukan pencarian terhadap permintaan klien dengan jawabannya dapat berupa delegasi menuju DNS server yang lain.
Cara Kerja DNS server
Dalam sistem penamaan domain, tidak banyak aturan yang berlaku. Kita dapat memilih semantik sendiri untuk domain yang akan dipunyai. Kita juga dapat menamai subdomain dari huruf A sampai dengan Z, namun bagaimanapun juga penamaan domain memiliki beberapa tradisi turun-turun, agar penamaan tidak kacau, seperti halnya ugm.ac.id, yang dapat memiliki nama hostname baru, didepannya menjadi hmte.ugm.ac.id

Pencarian Menggunakan Google Dork

Komponen-Komponen Domain

Komponen nama domain sendiri, terdiri dari TLD(Top Level Domain), Second Level Domain, Third-Level Domain, HostName.

Contoh dari TLD adalah www.lautan-it.com, kata (dot)com, menunjukan domain yang top. Contoh lain dari TLD adalah .edu, .gov, .mil, net . org dan lain-lain. Dalam TLD, terdapat 2 bagian, bagian pertama adalah bagian yang telah kita ketahui, sedangkan bagian yang kedua adalah domain yang menggunakan identitas suatu negara tertentu atau yang disebut CCTLD (Country Code Top Level Domain). Contohnya adalah www.lautan-it.co.id, kata id merujuk pada indonesia. 

Second level domain, contohnya adalah net.lautan-it.com, kata lautan-it dapat dikatakan sebagai second level domain. Sedangkan kata net, menunjukkan third level domain.
Apabila net digantikan dengan www, maka www merupakan nama sebuah host, dan domain yang menyertakan hostname disebut dengan FQDN  

Post a Comment

1 Comments