Perbedaan Web Designer Dan Web Developer


Hallo Sobat Lautan, kembali hadir pada artikel terbaru kami yang bertajuk "Perbedaan Web Designer Dan Web Developer"

Sebenarnya, kita dapat mengatakan bahwa Web Designer, termasuk sebagai pengembang daripada sebuah website. Namun, pada kenyataannya, Web Designer dan Web Developer adalah dua hal yang berbeda.

6 elemen dasar desain
Seorang web designer, memiiki area kerja yang berfokus pada prinsip-prinsip desain, merancang layout website agar mudah diaplikasikan pada semua jenis platform, atau responsive web design. Selain menguasai prinsip-prinsip desain yang mencakup 5 hal dasar yaitu balance, unity, rhythm, emphasis, proporsi, web designer juga dituntut untuk menguasai elemen-elemen desain yaitu color, line, size, texture, space, shape serta bahasa pemrograman web berbasis kepada client. Bahasa pemrograman berbasis kepada client sering disebut dengan client-side programming. Bahasa pemrograman web yang termasuk kedalam tipe ini, html, css, dan JavaScript. 

Contoh-contoh Client-Side Programming
Seperti yang anda lihat pada gambar diatas, HTML (Hpertext Markup Language) berfungsi sebagai struktur dari sebuah halaman website, memberikan sebuah fondasi awal dari halaman website. Tren pada zaman dulu, banyak programmer web, yang menggunakan tag table, sebagai dasar daripada halaman website yang hendak dirancang. Perhatikan gambar dibawah ini, sebagai contoh;


Masih sangat sederhana bukan ? Tentu saja halaman diatas tidak akan bisa muncul dengan menyesuaikan platform yang mengakses halaman html tersebut. Dengan demikian web designer, membutuhkan 2 elemen tambahan, yaitu css dan JavaScript. Ingin Belajar Koding Website ? di mahasiswacoding.com yuks)

CSS (Cascading Style Sheet), berguna untuk memberikan gaya pada halaman html yang kita rancang. Dengan CSS pulalah, sebuah website dapat tampil menyesuaikan platform yang mengaksesnya atau web responsive design. Terakhir bahasa pemrograman, Javasript bermanfaat untuk memberikan interaksi seperti animasi. Perlu diketahui, dari data yang diperoleh dari codingdojo, JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan dalam dunia kerja dengan jumlah penggunanya mencapai 38 juta ditahun 2018, tertinggi nomor 3 setelah Java dan Python.  Kita dapat menyebut nama Monika Tanu, sebagai salah satu contoh orang-orang yang sukses sebagai web designer.

Bagaimana dengan Web Developer ?

Contoh-contoh Side-Server Programming

Apabila seorang web designer harus menguasai, bahasa pemrograman yang berbasis pada klien, client-side programming, maka web developer sendiri, haruslah menguasai bahasa pemrograman berbasis server, atau sering disebut dengan server-side programming. Bahasa pemrograman yang termasuk kedalam jenis ini adalah PHP, .NET, NodeJs ,Python, Java, dan lain-lain. Tentunya, bahasa pemrograman yang telah lautan sebutkan, berkaitan langsung dengan database. Meskipun web developer juga, pastinya menguasai client-side programming, namun kemampuan mereka tidaklah dikhususkan untuk itu.

Berikut ini adalah tabel perbedaan antara web designer dan web developer

 

Post a Comment

0 Comments