Belajar Dasar-Dasar JavaScript Untuk Pemula


Halo Sobat Lautan, setelah sebelumnya kita mempelajari tentang dasar-dasar dalam HTML dan CSS, kali ini kita akan belajar tentang dasar-dasar daripada JavaScript. 
Bahasa yang dikembangan oleh Brendan Eich. Anda dapat membaca keseruan mengenai sejarah JavaScript, diartikel kami yang bertemakan Team Committe 39.

Sama seperti CSS, JavaScript, memiliki 3 jenis penulisan skrip, yakni Inline, Internal, dan juga Eksternal. Lautan akan membahasnya satu persatu, dengan detail agar anda dapat memahaminya dengan baik dan mudah

Perhatikan, skrip inline JavaScript dibawah ini


Skrip Inline JavaScript
<html>
<meta charset>
<head>
<title>Lautan-It.com</title>
<link rel="icon" href="favicon.png" media="all" type="all"/>
<style>
ul {
list-style : none;
padding: 0;
margin : 0;
}
li {
float : left;
}
li a{
text-decoration : none;
padding : 15px 30px;
height: 15px;
display : oval;
color : #0000ff;
background-color : yellow;
border : 1px solid;
}
</style>
</head>
<body>
<a href="https://www.lautan-it.com/">
<button onclick="alert('Kunjungi Lautan-it.com');">Klik</button></a>
</body>
</html>

Cobalah skrip diatas. Konsep hampir dengan model inline CSS saat kita mulai mempelajari tentang cara penulisan CSS tersebut. Coba kunjungi balik Belajar CSS Dari Dasar.
Yang menarik dari skrip diatas, adalah penggunaan kode css. 
Kode CSS diatas, sering lautan untuk membuat menu navigasi untuk keperluan web statis. Kenapa tidak tampil, karena tag yang di seleksi tidak ada didalam skrip yang telah kita tuliskan tadi. Salah satu kelemahan dari penulisan JavaScript model ini adalah code reuse, artinya kode tidak dapat dijalankan ditempat lain

Internal JavaScript


Skrip Internal JavaScript
<html>
<meta charset>
<head>
<title>Lautan-It.com</title>
<link rel="icon" href="favicon.png" media="all" type="all"/>
<script>
alert ("Hello World");
</script>

Layaknya model internal pada CSS, Internal pada model JavaScript, juga dituliskan dengan menyertakan pasangan tagnya. Dari berbagai pengalaman para programmer, jenis ini lebih mudah untuk deteksi kesalahan

Yang terakhir adalah Eksternal JavaScript

Untuk dapat memahaminya dengan baik, lakukan beberapa langkah dibawah ini. 

1. Buatlah skrip sederhana lalu simpan dengan nama bebas, contoh skrip punya tim_lautan.js, lalu letakkan pada folder yang sama dengan yang akan file yang akan berfungsi untuk memanggilnya 

Contohnya alert("Hello World");, lalu simpan dengan ekstensi .js (JavaScript). 

2. Membuat file yang akan memanggilnya, dan menyimpannya sebagai ekstensi .html Contoh skrip


Skrip Eksternal JavaScript
<html>
<meta charset>
<head>
<title>Lautan-It.com</title>
<link rel="icon" href="favicon.png" media="all" type="all"/>
<script src="tim_lautan.js">
</script>
<style>
ul {
list-style : none;
padding: 0;
margin : 0;
}
li {
float : left;
}
li a{
text-decoration : none;
padding : 15px 30px;
height: 15px;
display : oval;
color : #0000ff;
background-color : yellow;
border : 1px solid;
}
</style>
</head>
<body>
<a href="https://www.lautan-it.com/">Klik</a>
</body>
</html>

Gampang sekali bukan ?. 
Perlu diketahui, situs belia ini, www.lautan-it.com, akan terus aktif dan up to date dalam membagikan ilmu-ilmu seputar dunia pemrograman website, baik itu elemen-elemen dasar seperti HTML, CSS, JavaScript, PHP maupun pemrogrman yang melibatkan framework CI. So Pantengin terus ya ;D

Post a Comment

0 Comments