Subscribe
for our all latest news and updates



Home » » Inovasi Google Di Bidang Artifial Intelligence, Hingga Bisa Prediksi Kematian

Inovasi Google Di Bidang Artifial Intelligence, Hingga Bisa Prediksi Kematian


Halo Sobat Lautan, semoga sehat selalu. Kali ini kita akan membahas tentang Google dan inovasinya dibidang Artificial Intelligence. 
20 Juni 2018 yang lalu, Google memberikan kejutan dalam upaya pengembangan teknologi yang sedang naik daun ini. Google yakin, inovasi mereka dalam bidang artificial intelligence kali ini, mampu memprediksi kematian dari seseorang. UWOW..

Bidang Kesehatan 

Tak bisa dipungkiri, dunia kesehatan modren, memang harus bersinergi dengan teknologi yang maju. Pernahkah anda menonton serial Tv, yang berjudul Riples Believe It Or Not ?. Saat itu sedang diadakan operasi jarak jauh pertama didunia. Dan operasi yang dilakukan bukan sembarang operasi, melainkan operasi pengangkatan kandung empedu. 


Adalah teknologi Telesurgery dan Dokter Jacques Marescaux yang menjadi pemeran utama dalam peristiwa bersejarah ini. 
Teknologi Telesugery, memungkinkan operasi bedah jantung, operasi pengangkatan rahim, dan bahkan beda syaraf. Pada tahun 2001, teknologi ini berhasil di operasikan, dengan pasien yang berada di Prancis, dan dokter Jacques Marescaux berada di kota New York.

Mungkin anda harus bernostalgia, dengan acara Tv yang keren satu ini.
Sebentar, Itu adalah teknologi bedah jarak jauh, kembali ke poinnya, memprediksi kematian orang ?

Ya, dari studi kasus, didapatkan seorang wanita dengan penyakit kanker payudara stadium akhir. Cairan terus saja membanjiri paru-parunya. Dari hasil radiologi yang membaca tanda-tanda vitalnya, dokter spesialis memperkirakan sekitar 9.3 %, dia akan meninggal selama dia menetap dirumah sakit tersebut. Hal ini menggambarkan bagaimana sistem algoritma Google bekerja membaca data-data pada wanita penyidap kanker tersebut. Dipublikasikan pada bulan mei lalu, menunjukkan upaya potensi neural network. 

Upaya yang dilakukan oleh Google ini, dilakukan guna menghapus sistem catatan medis konvensional melalui pencatatan dibuku pasien dan menggantinya dengan pencatatan digital. 

Era Digital Saatnya Semua Menjadi Digital
Dan disaat semua data sudah berbentuk digital, disinilah algoritma sistem akan bermain dan memprediksi berbagai penyakit yang ada pada pasien, ataupun kemungkinan terburuk seperti kematian berdasarkan keluhan yang dialami pasien itu sendiri. 

Jeff Dean, dia adalah Kepala Divisi Kecerdasan Buatan Google. 
Memberikan nama medical brain untuk sistem tersebut. Sebuah sistem yang diklaim Google mampu memprediksi gejala dan penyakit dengan tingkat akurasi yang tinggi, jaminan keamanan data pasien

Tetapi tantangan terberat Google bukanlah pada bagaimana cara mengembangkan sistem tersebut, Tetapi siapkah masyarakat untuk percaya kepada sistem yang memberikan hasil diagnosa, apalagi yang menyangkut kapan seseorang itu akan meninggal. Karena, pada dasarnya, sudah menjadi fitrah untuk berserah diri dengan yang Kuasa.

(Sumber: Kabar.news)

Thanks for reading & sharing LAUTAN-IT

Previous
« Prev Post

4 Comments:

  1. mbah google sekrang makin canggih aja padahal udah embah-embah keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha :D... Memang kalau udah jadi mbah, suka bikin kejutan

      Delete
  2. ampun deh si mbah slalu didepan aja :D

    ReplyDelete

ISA Hacktiv8

ISA Hacktiv8
Selengkapnya Disini