Macam-Macam FrameWork Bahasa Pemrograman Terlengkap


Halo Sobat Lautan, sebelumnya kita telah mempelajari tentang cara installasi dan sekaligus sedikit penggunaan database dari salah satu framework PHP, yakni CodeIgniter, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas dengan rinci berbagai macam framework dari berbagai macam bahasa pemrograman Lautan telah rangkum.

Seperti yang anda ketahui juga sebelumnya, bahasa pemrograman didunia ini bejibun banyaknya. Setidaknya kita telah mengetahui sejarah dari 30 bahasa pemrograman yang ada didunia ini. Anda bisa membaca ulang artikel kami "30 Catatan Sejarah Dari Bahasa Pemrograman -Lengkap", dan hampir dari setiap bahasa pemrograman tersebut, memiliki frameworknya masing-masing. 
Contoh pada PHP, yang memiliki sekitar 6-7 lebih jenis daripada framework  yang dapat digunakan, seperti CodeIgniter, FuelPHP, PhalconPHP, Slim, Silex, CakePHP, Symfony, Laravel dan lain-lain.

Kali ini kita akan membahas setidaknya 5 jenis framework dari 6 jenis bahasa pemrograman
Lautan memilih untuk membahas framework dari bahasa pemrograman, PHP, Java, GO, Python, JavaScript, dan CSS

1. PHP


a. Laravel



Framework ini melaju kencang ketenarannya bersama dengan CodeIgniter
Framework Laravel, punya kapasitas sudut pandang dokumentasi yang bagus, dan sangat membantu web developer dalam merancang aplikasi web. Mendukung fitur Eloquent ORM dan Blade template engine

b. Symfony



Termasuk kedalam bagian fullstack web framwork dan perlu diketahui...
Laravel menggunakan beberapa konsep dari komponen-komponen yang ada pada framework ini. Implementasi atau hasil dari framework ini, dapat dilihat pada CMS, seperti Magento maupun Drupal. Jangan lupa pula, fitur Twig Template Engine dan Doctrine ORM, termasuk kedalam bagian framework ini. 

c. Zend



Zend Framework memiliki banyak tools yang dapat mendukung anda dalam merancang sebuah aplikasi berbasis website. Framework Zend atau Zend Framework sering digunakan oleh kalangan enterprise, karena di support langsung oleh pengembangnya. Zend Studio, ZRay, Apigility, Zend Exspressive, PHP 7, adalah sistem-sistem yang dapat di support Zend

d. CakePHP



Kue PHP ini mungkin tidak asing lagi dikalangan web developer. Sama seperti CodeIgniter, framework ini sudah mendukung arsitektur MVC, associate data mapping, dan juga front controller. Di tahun 2016, CakePHP telah merilisnya versinya sebanyak 237, dengan total kontributornya mencapai angka yang cukup fantastis, 440 orang. Info didapat dari Github.

e. Phalcon PHP




Phalcon, sedikit ambigu. Sudahlah tak perlu dibahas. 
Phalcon PHP adalah jenis framework yang memiliki kompabilitas dengan berbagai macam sistem operasi, seperti dapat dijalankan pada sistem operasi Windows, Linux, FreeBSD, maupun Macintosh
Phalcon sendiri dipopulerkan oleh ahli bernama, Andres Gutierrez, dengan keunikannya, menjadi frameworknya sebagai ekstensi C untuk kemudian dipasang pada web server

2. Java

a. Spring MVC



Banyak digunakan untuk membangun aplikasi JavaEE berskala besar dan kompleks. Memiliki beberapa komponen meliputi, komponen core (beans, core, context, SpEL), APO, Aspects, Instrumentation and Messaging, Data Access/Integration Layer, Testing Modul JUnit dan TestNG.

b. Grails



Mendukung Java Library, Class Business Logic, serta menggunakan bahasa Groovy Apache, framework Grails mendapatkan sambutan hangat dari berbagai developer karena beberapa alasan dibawah ini, 

  • Dependency Injection didukung oleh Spring
  • Mendukung ORM / Nosql
  • Spring Boot untuk Easy Microservices
  • Support IDE Java Top
c. Play


Play, salah satu aplikasi website yang menjadi bukti suksesnya framework ini, adalah Lindkeln dan juga media massa, The Guardian, surat kabar dari Inggris. 
Dilengkapi dengan fitur I/O NO Blocking, dan fokus pada pengembangan pemenuhan kebutuhan aplikasi web dan server.

d. LibGDX

Umumnya digunakan untuk pengembangan game Java, dengan penawaran perubahan API, untuk dapat bekerja diberbagai platform. 
Dapat digunakan untuk pengembangan game di Android, iOS, Mac OS X, Windows, Linux, Blackberry, Applet, dan web based. Spine, Nextpeer untuk game multiplayer, Saikoa, dan banyak lagi, adalah beberapa dari fitur utama yang dimiliki oleh framework ini.

e. Google Web Toolkit


Digunakan untuk pengembangan aplikasi berbasis browser dengan menggunakan Java API dan widget. Bekerja sama dengan AJAX, dan kode Java yang anda dituliskan, kemudian akan dicompile untuk menjadi bahasa JavaScript. Pengoptimalan String, metode in-lining, penghapusan dead code dan sebagainya adalah beberapa keuntungan dari framework ini

3. GO

a. Goa


Apa yang ada dibenak anda ketika mendengar kata Goa ? Chelsea, Spurs, atau MU ?
Yang pastinya, tidak ada hubungan antaranya. Goa adalah framework Go yang mendukung sistem artsitektur microservice dengan berbagai fitur seperti, Code Generation, Powerful Context, Endpoint Good Desain, Security Services, Swagger

b. Revel 


Revel memiliki beberapa fitur penting, seperti ;
  • Hot Reload Code
  • Comprehensive
  • High Performance, Revel memiliki kekuatan request 3-10 kali lebih banyak ketimbang Framework Ruby, Ruby on Rails
  • Modular
c. Beego


Beego, jangan salah baca ya, Dikembangkan oleh Astaxie dari negeri tirai bambu, China, Beego berhasil diciptakan dengan berbagai keuntungan untuk menciptakan lingkungan rapid development, termasuk didalamnya untuk pengembangan API.

d. Gin 


Gin ya bukan Jin, 
Dikembangkan oleh Manu Martinez-Almeida, dengan menggunakan HTPP router yang dikembangkan oleh Julien Schmidt, dan tampilan struktur kode yang tidak berbeda jauh dengan Express.js. Ada fitur yang didukung oleh framework Gin.
Anda dapat membacanya lengkap di gin-gonic.github.io.

e. Echo



Dikembangkan oleh perusahaan LabStack, dengan berbagai keunggulan seperti HTTP ruoter yang sudah dioptimas untuk tampil lebih cerdas dalam pemilihan route, mampu memilih prioritas yang lebih penting. 

4. Python

a. CherryPy


Sebuah micro web framework yang hanya berfokus pada permasahan HTTP saja. Salah satu keunikkan dari CherryPy adalah anda dapat menunjuk suatu function dalam suatu class untuk di-map menjadi URL tertentu. 
Dan perlu diketahui, CheeryPy digunakan oleh TurboGears sebagai salah satu dari bagian inti mesinya

b. TurboGears


Ditenagai oleh CheeryPy, TurboGears memiliki beberapa keunggulan seperti, sistem widget yang mempermudah pembuatan aplikasi AJAX, support multi data-exchange format, pluggable application, template engine yang sangat designer freindly

c. Pyramid


Bagian daripada Pylon Project, sebuah web framework yang menggunakan Pyramid. Banyak perusahaan yang telah mengimplementasikan framework ini, seperti BitTorrent, Cars.Com, Digg, Dropbox, FreshBooks, dan lainnya

d. Falcon



Memiliki Tagline "The Minimalist Python WSGI Framework", Falcon menyuguhkan berbagai fitur untuk mempermudah anda dalam membangun RESTful API. Falcon memiliki tiga utama utama dalam pengembangannya, yakni cepat, ringan, dan flesibel. 
Beberapa perusahaan yang menggunakan Falcon, antara lain, 7ideas, Cronitor, Hurricabe Electric, OpenStack, Opera, Linkedln, KelasKita, dan masih banyak lagi

e. Django


Taglineya "The Web Framework for perfectionists with deadlines", hadir dengan berbagai macam modul dan memiliki berbagai macam keunggulan seperti, lebih dari sekedar support CRUD generator, sistem migrasi database otomatis, form yang kokoh dan lain-lain. 
Django sendiri digagas oleh 2 orang yang bernama Jacob Kaplon Moss dan Adrian Holovaty

5. JavaScript

a. AngularJS



Termasuk kedalam MVC jenis kerangka dengan cara data yang mengikat menjadi fitur yang sangat menonjol. Data yang mengikat tersebut dapat mengurangi backend dan bertanggung jawab pada template. Banyak website-website populer yang menggunakan framework ini, termasuk diantaranya PayPal, Udemy, Weather.com, dan juga The Guardian

b. ReactJS


Dikembangkan oleh para petinggi Facebook, dan diklaim sebagai salah satu yang paling unggul dalam JavaScript Library tahun ini. Memiliki banyak fitur, bukan hanya sekedar kerangka kerja MVC, tapi sering disebut juga dengan 'V' MVC, dan support penggunaan DOM virtual, yang membuat manipulasi DOM jauh lebih cepat

c. MeteorJS


Dibangun dengan menggunakan Node.Js, dan dikhususkan untuk prototyping model cepat. Merupakan hasil kombinasi dari sekelompok Meteor Developer, startup yang didukung oleh YCombinator dan juga didanai langsung oleh Andressen Horowitz. 
Perlu diketahui, semenjak diluncurkan pada tahun 2012, Meteor telah banyak digunakan oleh beberapa perushaan besar seperti Honeywell, IKEA, dan Qualcomm

d. BackboneJS



Dikembangkan oleh Jeremy Ashkenas, CoffeScript, dan Underscore.js ,BackboneJS, menjadi framework ringan dan sangat populer dikalangan developer. Didasarkan pada paradigma desain MVP, dan merupakan turunan arsitektur MVC, framework ini kini telah digunakan oleh Airbnb, Pinterest, Trello, dan Reddit

e. jQuery


jQuery adalah sebuah library khusus untuk JavaScript, menyediakan berbagai kumpulan dari berbagai fungsi yang siap pakai. Dikembangkan pertama kali oleh John Resig tahun 2006, jQuery, menjelma menjadi library Javascript paling populer didunia. 

6. CSS

a. Bootstrap


Boostrap hadir dengan Lisensi Free Open Open Source, dengan fitur-fitur yang cukup lengkap, seperti grid sistem, fluid container, responsiveness, hingga UI. 
Tidak hanya itu, framework ini juga menyediakan JavaScript Toolkit, layaknya tooltip, dropdown menu, modal dan lain-lain.

b. Foundation


Diciptakan dan dikembangkan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang web design, Zurb, Foundation lahir sebagai framework yang rapi dilengkapi dengan dokumentasi yang sangat membantu

c. Unsemantic



Bisa dibilang sebagai penerus daripada 960.gs, dengan tambahan fitur, selain grid sistem, tetapi juga responsiveness. 
Kita akan mendapatkan informasi lebih mengenai unsemantic tepat pada link ini dibawah ini
unsemantic.com

d. jQuery UI


Memberikan kemudahan dalam pembuatan tools sederhana, seperti dropdown menu, dan kawan-kawannya. Sayang sekali, jQuery UI, belum menyediakan sistem support grid dan responsiveness

e. Less Framework


Merupakan tool dari bagian Less CSS, dan dapat dimanfaatkan untuk penulisan CSS yang lebih simpel dan effisien. Sama seperti halnya Bootstrap, Foundation, Unsemantic, Less Framework juga mendukung sistem grid dan responsiveness

Kita telah mengetahui sekitar 30 framework dari 6 jenis bahasa pemrograman yang ada didalam dunia developer. 

Bagaimana cara tepat untuk memiliih salah satu framework dari sekian banyak framework, agar jadi fokus pembelajaran ?

Tips yang pertama kali harus dilakukan menentukan bahasa pemrograman mana yang akan dikuasai, tetapkan, dan pelajarinya hal-hal dasar untuk dalam bahasa pemrograman yang pilih dikarenakan, framework juga butuh setidaknya pengetahuan umum mengenai basis bahasa pemrograman dari framework itu sendiri.

Post a Comment

1 Comments