Apa Itu Strategi Bisnis Teknologi Informasi (SBTI) ?


Halo Sobat Lautan, semoga sehat selalu ya. Terutama untuk kamu, iya kamu yang selalu bikin Lautan tersenyum disetiap harinya ;3.

Kali ini kita akan membahas tentang apa itu Strategi Bisnis Teknologi Informasi dengan lengkap serta dikemas dengan bahasan yang ringan. 
Agar memudahkan pemahaman terhadap apa sih itu SBTI, Lautan telah membaginya dalam lima bahasan utama, yaitu pengertian, ruang lingkup, skill yang harus dimilki, dan contoh-contoh business man yang sukses.

Pengertian

Anda Kepo Terhadap SBTI ? 

Cie Kepo
Secara sederhana, kita dapat mengartikan bahwa SBTI adalah pendekatan bisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi. 
Loh ? Terus apa bedanya dengan pedagang dipasar, yang juga memanfaatkan teknologi, seperti kalkulator untuk kegiatan jual belinya ? atau seorang kasir dengan mesin kasirnya ?. Tentunya juga tidak sederhana itu. Mereka yang dikatakan sebagai ahli bisnis, tidak hanya menggunakan peralatan yang sederhana, namun juga mampu menggunakan peralatan-peralatan teknologi atau tools lainnya yang lebih kompleks. 

Dalam pengaplikasiannya, dibutuhkan pemahaman yang mendalam tentang apa itu ERP, (Enterprise Resource Planning), guna membantu sistem pengambilan keputusan yang terarah atau dalam bahasa lainnya, adalah sistem DSS (Decision Support System), guna meningkatkan value atau nilai daripada CRM (Customer Relationship Management), serta menghasilkan feedback yang baik untuk perkembangan bisnis yang dijalani dalam suatu struktur organisasi.

Apabila pengelolaan yang dilakukan sesuai dengan perkembangan yang terjadi didunia luar, bisnis yang akan dijalankan akan menjadi stabil, seperti halnya hukum Moore, yang sekarang ini masih berlaku. 
Namun juga tidak menutup kemungkinan, inovasi yang melawan arus bisnis dunia luar juga akan sukses. 
Siapa yang menyangka bahwa Mobil Tesla, mobil yang diproduksi oleh The Real Iron Man In The World, Elon Musk, menjadi booming didunia ? 
Siapa sangka, teknologi komputasi awan atau bahasa kerennya adalah Cloud Computing dari Amazon, menjadikan Jeff Bezos, sebagai orang terkaya didunia mengalahkan pendahulu sebelumnya, pencipta Windows yaitu 

Masih berpikir bahwa SBTI hanya sekedar menggunakan teknologi untuk bisnis?..

Pengertian Yang Sederhana Tidak Seperti Bayangan Yang Sederhana
Lanjut pada bahasan yang kedua yaitu ruang lingkup.

Ruang Lingkup

Berbicara tentang lingkup bisnis dalam teknologi, tidak akan jauh-jauh kata dan juga dari penerapan E-Business, eletronik bisnis. Di jaman kontemporer, bisnis yang kompleks tidak bisa jauh-jauh dari penggunaan teknologi, sebut saja Amazon yang produk laku keras saat ini. 
Begitu juga dengan penggunaan teknologi Cloud Computing milik pengusaha asal negeri China, Jack Ma, yaitu AliBaba. Anda dapat membaca Mengenal Cloud Computing Untuk Keperluan Dan Perkembangan Bisnis.

Apabila kita membaca tentang apa itu E-Business, maka kita akan menjumpai E yang lain, yakni E-Commerce sebagai bagian daripada E-Business. Banyak E-Commerce yang telah berhasil menjalankan bisnisnya dengan inovatif, sehingga mendapatkan predikat, Unicorn, mereka adalah Traveloka, GoJek, BukaLapak, dan TokoPedia.

Dalam ruang lingkup yang lebih besar, kita dapat membaginya dalam 7 bagian, yaitu;
  1. B2C (Business To Consument) - Kegiatan bisnis yang langsung berkaitan dengan pemberian pelayanan kepada konsumen melalui barang atau jasa, dengan pemanfaatan teknologi seperti internet. Hampir setiap perusahaan menggunakan konsep ini, contoh nyasaja, Els Computer, yang memiliki web storenya tersendiri.
  2. B2B (Business To Business) - Tranksaksi antar bisnis atau perusahaan dan biasa menggunakan EDI (Eletronik Data Interchange). KIta dapat mengambil contoh dari Unilever
  3. C2C (Consumer To Consumer) - Kegiatan yang melibatkan konsumen dengan konsumen untuk pemenuhan kebutuhan tertentu pada saat yang tertentu pula
  4. C2B (Consumer To Business) - Dalam hal ini kegiatan didominasi oleh individu, individu yang menjual, yang mencari penjual, dan melakukan tranksaksi dengan penjual tersebut
  5. G2B (Goverment To Business) - Suatu bentuk kerja sama antara pemerintah dengan pelaku bisnis, termasuk mencakupi didalamnya persoalan hak paten
  6. B2G (Business To Goverment) - Kegiatan bisnis yang mencakupi pemasaran produk-produk dari Indonesia
  7. G2G (Goverment To Goverment) - Kegiatan bisnis dalam skala yang lebih luas melibatkan 1 pemerintahan dengan pemerintahan yang lain. Contohnya saja masalah MRT pemerintah Indonesia dengan pemerintahan Jepang
Dalam mempelajari bisnis, kita akan mendapatkan sebuah pernyataan yang itu adalah fakta bahkan bagi banyak orang,

Bisnis Itu Kebanyakan Teori

Apakah benar ? Kita akan bahas pada bahasan selanjutnya

Skill Yang Harus DiMliki

Bukan Kebanyakan Teori, Tapi Rajin Membaca

Bangun Kebiasaan Membacamu Sedari Sekarang
Rajin membaca. 
Tidak semua orang memiliki kebiasaan ini. Bapak BJ Habibie semasa mudah, memiliki kebiasaan membaca buku selama 7,5 jam, dan hampir setiap waktunya ia habiskan untuk membaca di perpustakaan. 
Ya kebiasaan ini tergambar di dalam Filmnya Habibie Ainun dan Rudi Habibie. Dalam bisnis terdapat banyak teori yang bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Namun seiring perkembangannya zaman, kita dapat memanfaatkan internet sebagai sumber bacaan, tentu saja dengan memperhatikan sumbernya yang jelas.

Sekarang Jamannya Cari Informasi Di MedSos.. Bangun Literasi Informasi Anda Sebagus Mungkin
Anak Bisnis Adalah Yang Rajin Membaca dan Mencari informasi di Internet, bukan sekedar rajin membaca berita-berita yang kurang berfaedah, atau hal-hal yang bikin baperan, apalagi sekedar membaca berita hoaks. 

Lucu rasanya, bila mereka yang berkecimpung dalam dunia bisnis, dunianya orang-orang yang high class, adalah banyak berbicara (ngarang) namun sedikit (fakta) yang diketahui. 

Apabila dalam bisnis saja, dituntut untuk rajin mencari referensi yang sesuai, bagaiman lagi dengan pedoman hidup, tentunya lebih wajib lagi

Orang Yang Alami Kekurangan Saja Semangat Membaca Pedoman Hidupnya. Kita?

Rajin Lakukan Observasi Terhadap Lingkungan

Dalam bahasa yang lebih mudah dipahami, "peka". 

Peka Terhadap Sesama Akan Membantu Anda
Pernahkah kamu terbayang tentang kisah Nadim Makarim ? Founder daripada GoJek. 
Sebelumnya, siapa sangka, akan ada suatu sistem yang memungkinkan seseorang untuk memesan ojek hanya dari layar sentuhnya ?.. 
Dan percayalah, saat sebelum GoJek dibangun, sebenarnya kita memerlukan sistem seperti itu, namun hanya sedikit yang memiliki pemikiran seperti itu.

"Sistem yang sebenarnya dibutuhkan oleh banyak orang, namun hanya sedikit yang tau bagaimana cara mewujudkannya" 

Dalam sebuah sistem, hendaklah merancang sesuatu yang itu dibuat sekali namun dipakai berkali-kali. Dengan demikian terdapat dua sistem lagi yang diperlukan dalam bisnis, bagian perawatan dan pengembangan. 
Dibuat Sekali, DiPakai Berkali-Kali
Tentu saja dalam pembangunan sistem terutama dalam basis bisnis, memerlukan jaringan dengan orang-orang yang ahli dalam sistem atau programmer
Tugas pebisnis adalah mencari atau mendapatkan data seputar requirements dan user experience, untuk itu diperlukan jaringan "Teman" yang luas. Membangun sistem partner yang baik adalah kuncinya

Business Man Yang Sukses

Sebagai penutup sekaligus motivasi untuk anda pembaca setia www.lautan-it.com, 
Anda bisa membaca  bioshort dari beberapa IT Businessman yang sukses dibawah ini.

Hamzah Izzulhaq
Pebisnis sukses dengan umur yang masih sangat muda. Mengawali karirnya dengan mengikuti seminar bisnis pelajar bertajuk Community Of Motivator and Entreprenuer (COME), 
Hamzah bertemu dengan mitra bisnisnya yang menawari usaha franchise bimbingan belajar bernama Bintang Solusi Mandiri. Niatnya sempat diragukan oleh orang tua, namun berkat kegigihannya tersebut, sekarang ia menjadi pimpinan CV. Hamasa Indonesia dengan umur yang masih sangat muda.

Adrianus Vito Donato Sinaga
Kelebihan Vito adalah mampu manfaatkan kemampuannya dalam jasa pembuatan website. Dengan bekalnya tersebut ia dirikan sebuah toko online, untuk bisnis baju yang ia miliki. Pemasaran dan penjualan pun dilakukan secara online. 
Dalam melancarkan aksinya vito sering menggunakan MedSos sebagai sarana promosinya.

Farah Kemala Qurratu’aini.
Sering dikenal sebagai Farah Farce, dia adalah perempuan ahli bisnis, dengan "mainan utamanya" memanfaatkan sistem dropship
Farah menawarkan dagangannya tanpa membelinya dulu stoknya, hanya modal gambar dari produsen, dan saat ada yang ingin beli, ia tinggal hub produsen, hingga proses tranksaksi berlangsung. 
Uniknya ide itu berawal dari kekesalannya membeli sepatu sneaker import yang tak kunjung datang. Kini ia memproduksi sneakernya sendiri dan bahkan mendapat bimbingan langsung dari mentor bisnis Jaya Setiabudi
Apapun yang kita inginkan, bila dijalankan serius, jangankan yang diinginkan, yang lebih dari sekedar diinginkan juga akan dapat.
Iya serius, serius ingin denganmu...eaaa.

Post a Comment

0 Comments