Siap-Siap Kabur ! Amerika Sama China Kembangkan Senjata AI


Halo Sobat Lautan, semoga sehat selalu dan jantung anda masih kuatnya, karena Lautan punya berita mendebarkan untuk anda. Apa itu ? 
Negara Adidaya dan Negara Tirai Bambu, Amerika dan China, diketahui tengah bersaing ketat untuk menciptakan senjata AI.

Cupu, bila anda masih bertanya apa itu AI. 
Artificial Intelligence, teknologi yang diawal-awal peredarannya saja, banyak menjadi pusat perhatian. 
Hingga beberapa headline dari surat kabar online seperti Kompas, menjadi memasang judul "Mantan Pegawai Google Bikin Agama Baru, AI Jadi Tuhan". Berita diluncurkan pada tahun 2017. 


Mantan Pegawai Google Sempat Gemparkan DUNIA, dengan kelompoknya
Ditahun ini, mungkin kita akan menemukan trendnya robot sophia, sebagai implementasi dari teknologi kecerdasan buatan, yang diklaim mampu berpikir layaknya manusia normal. 
Robot yang juga sempat "berseteru" dengan saling lempar ejekkan, dengan The Real Iron Man,Elon Mask, pada periode januari sampai maret. 
Jika anda termasuk penikmat komsumsi berita tentang teknologi AI, pastinya anda akan mengingatnya, ya kecuali jika anda penikmat komsumsi berita gosip ataupun pemain tik tok

Bercanda :D

Tidak puas sampai disitu, 
Pada juni 2018, Google dikabarkan akan mengembangkan teknologi AI, untuk sesuatu yang di luar nalar kita. MEMPREDIKSI KEMATIAN. Benar-benar luar biasa. 

Di saat kita masih dibuat bengong, oleh kelakuan atau inovasi agak "nyeleneh" dari Google, datang lagi sebuah tulisan dari James Johnson, Ph.D, di Politik dan Hubungan Internasional dari Universitas Leicester, dan Master di Asia Pasific Studies, mengungkapkan bahwa, Amerika dan China sedang kembangkan senjata AI.


Bersiaplah Untuk Menghadapi Perang AI
Dari tulisan beliau, diketahui bahwa keinginan China mengembangkan senjata AI, berawal dari kekalahan Grandmaster China di game Go tahun 2017, oleh Google's AlphaGo. 
Dari kekalahan tersebut, China dihadapkan pada Momen Greget untuk kembangkan teknologi AI. Ya, benar saja, China sedang mengejar peluncuran agenda inovasi AI tingkat untuk "fusi sipil-militer". 

Upaya ini dilakukan untuk mengejar mimpi menjadi "Negara Adikuasa Sains dan Teknologi", sama halnya seperti yang dilakukan Rusia. 
China sedang berusaha mengejar ketertinggalan dalam bidang teknologi AI, terutama untuk kebutuhan militer sebagai upaya eksploitasi kerentanan dalam aset militer
Ibarat dalam permainan sepak bola, China sebagai Argentina dan Amerika sebagai Kroasia, dengan kedudukan akhir 3-0, untuk Kroasia (Amerika).



Coba Jelaskan Teka Teki Maksud 2 Gambar Argentina Ini ;D
Goal pertama untuk pengakuan bahwa Negara Amerika adalah negara yang lebih akrab dengan perkembangan teknologi

Goal kedua untuk pengakuan bahwa Negara Amerika adalah negara yang duluan dalam inovasi dan pengembangan AI

Goal ketiga, untuk disaat China sedang berusaha untuk eksploitasi kerentanan dalam aset militer, Amerika telah dulu maju dan melakukannya
James, juga menjelasakan bahwa kedua negara memiliki pendekatan inovasi militer yang berbeda. 
Misalnya saja, waktu kapan diputuskannya penggunaan senjata bermatikan. Apabila pusat kendali tersebut dikontrol oleh sistem AI yang masih cacat, bukan tidak mungkin hal buruk bisa terjadi


Peta Nuklir Dunia
Nuklir Senjata Yang Paling Di Takuti Bersama Dengan Bom Atom
Bisa saja perang dunia III terjadi hanya karena, senjata mematikan diaktifkan karena ketidaksengajaan yang ditimbulkan dari AI. 
Penelitian yang dilakukan oleh James, juga mengungkapkan China lebih unggul untuk perencanaan strategis nasional. China memiliki mitra virtual baru, yang mereka nama "Jalur Sutra Digital", jalur yang memungkinkan untuk semua jenis teknologi. 

Tidak hanya AI, tapi juga komputasi kuantum, nanoteknologi, data besar, dan penyimpanan cloud.

Kebalikannya, ada pada situasi yang dialami oleh Amerika Serikat. Apalagi semenjak kepimpinan Donald Trump. Adminitrasi yang buruk antara pemerintahan dan Silicon Valley, menjadikan mereka seperti buah simalakama. 
Jika inovasi AI komersial (Silicon Valley) terus melaju pendekatan yang dilakukan Pentagon akan melamban. Situasi ini dapat dimanfaatka China untuk counterattack

Ini Dia Buah Simalakama
Tetapi, masalah itu sepertinya akan terselesaikan, dengan berita baru-baru ini membentuk Komite Ahli AI. Tahun 2017, Donald Trump, memblokir akses dari perusahaan Cina untuk akusisinya kepada Lattice Semicondutor. 
Perusahaan AS untuk produksi chip operasi aplikasi AI. Ya, bisa jadi ini merupakan salah satu bentuk kekhawatiran mendalam AS. 
Laporan terbaru dari China, bahwa mereka siap untuk memasukan teknologi AI kedalam aspek militer mereka, seperti penggunaannya dalam sistem rudal, intelijen pertahanan misil, pengawasan dan pengintaian rudal generasi mendatang. 

UUUUUh, ngeri.. Kalau AI salah sasaran dan salah operas, bisa-bisa nuklir atau rudalnya jatuh ke mana-mana nih.


Tau Chernobyl ?, Kota Terparah Yang Terkena Dampak Nuklir, Hingga Sekarang Tidak Bisa Ditempati Manusia
Sebagai tambahan, James Johnson, telah bekerja di bagian privasi mencakupi karir, dan terpenting telah banyak berada di China. 
Beliau juga penulis daripada "The US-China Military & Defense Relationship the Obama Presidency"

Post a Comment

0 Comments