Technology For Progress Moslem Life


Halo Sobat Lautan, semoga sehat selalu ya.. Terutama untuk kamu, iya kamu, kamu. Gak perlu dijelasin juga udah tau... wkwkwk
Kali ini kita akan membahas secara detail dan sistematis tentang hubungan teknologi untuk kemajuan kehidupan bermasyarakat umat islam atau muslim didunia.
Apa yang ada dibenak kalian ketika ditanya tentang hubungan teknologi dengan kehidupan berkemajuan masyarakat muslim. ? 
Mungkin kalian akan menjawab dengan jawaban yang hampir sama, yakni teknologi dapat dijadikan sebagai sarana untuk penyampaian seputar islam.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita telah melihat perpaduan yang harmonis antara teknologi dengan media penyampaian islam. bila pada jaman dahulu, kita langsung mendatangi tempat pembelajaran langsung, maka tidak dijaman sekarang ini, karena mudahnya akses untuk mendapatkan informasi

Ya, walau bagaimanapun juga, datang langsung kesumbernya adalah cara yang terbaik dan yang paling terbaik.


Apabila Mendapatkan Sebuah Informasi, Baca, Pahami, Tanyakan Pada Yang Lebih Tau,
Ingin Berbagi ? Pertimbangkan Dulu
Lalu bagaimana dengan mencari ilmu dengan perantara teknologi, sebut saja Internet ?. Dibutuhkan sikap literasi informasi yang bagus untuk dapat memilah-milah informasi yang bisa diterima dan tidak sama sekali. 

Bagaimana membentuknya ? 

Tentu saja dengan belajar dari sumbernya langsung dan jika masih belum memungkinkan, dapat dengan bertanya pada mereka yang sudah memiliki literasi informasi yang baik dan diatas rata-rata masyarakat kebanyakan


Membaca Buku Adalah Kebiasaaan Orang Sukses
Salah satu cara tepat membangun sikap literasi adalah dengan banyak membaca. Perlu diketahui, membaca adalah kebiasaan orang-orang yang sukses. 
Contoh saja Bapak BJ.Habibie yang punya kebiasaan membaca 7.5 jam dalam seharinya, atau dia yang mendapatkan julukan dari gurunya "seseorang yang eksentrik", pencipta sistem Windows, tidak lain adalah  Bill Gates, mempunyai kebiasaan membaca buku, bahkan sampai ada larangan khusus untuknya "Dilarang Membawa buku saat makan".

Kembali pada topik pembicaraan, teknologi sudah bukan barang baru dalam penyebaran agama islam. Banyak dari mereka yang mampu berinovasi dalam bidang website ataupun aplikasi android, guna memudahkan kebutuhan sesama muslim. 

Masyarakat Jogja misalnya, dari teknologi web application, terdapat nama Yufid.com, yang sudah terkenal. 
Teknologi web application, atau yang lebih tepatnya Search Engine sudah banyak berintegrasi dengan website-website islam lain, seperti shahihfiqih.com, rumaysho.com, muslim.or.id, muslimah.or.id dan lain-lain sebagai Yufid Network sekaligus pemasok artikel islam didalamnya, dan tentu saja sudah mengalami proses telaah yang mendalam oleh mereka-mereka yang ahli. 
Tidak hanya merambah dalam dunia web application, Yufid, juga telah merambah ke dunia telekomunikasi jaringan, seperti Tv, teknologi yang pertama kali oleh Paul Gottlieb Nipkow, pada tahun 1884, mahasiswa 23 tahun di Jerman. Saat itu ia mematenkan ciptaan televisi dengan eletromekanik yang menggunakan cakram yang diberi namanya, cakram NipKow. Namun sebenarnya demonstrasi Tv pertama, terjadi pada tahun 1920-an. 
Adalah John Logie Baird, yang mampu memecahkan permasalahan pemancaran gambar-bayangan bergerak di London. Permasalahan yang tidak terpecahkan oleh ilmuwan sebelumnya yang berhasil menemukan sistem CRT, asal Rusia Boris Rosing



Tidak ketinggalan, dibidang teknologi telekomunikasi yang lain, seperti radio, sudah ada nama-nama seperti Radiomuslim.com, radiorodja.com


Radiomuslim.
Radio Rodja
Seperti sudah menjadi rahasia umum, radio masih banyak digunakan untuk media mencari informasi, meskipun penggunaannya kini, kalah dengan media yang mengandalkan grafik visual seperti Tv. Namun apabila meninjau kembali, langkah ini terbilang tepat.

Tidak hanya itu, pada tahun 2015, telah didirikan ojek khusus untuk perempuan, yang bernama Ojesy, Ojek Syariah. Dirikan oleh Evilitia Adriani dan Reza Zamir, dan pada tahun ini, telah memiliki 600 mitra pengemudi yang tersebar di 25 Kota besar di Indonesia.

Dilansir dari web resminya, www.ojeksyari.com, kota-kota yang dimaksud ialah Surabaya, Sidoarjo, Malang, Gresik, Madiun, Solo, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat. 

Tidak cukup sampai disitu, beberapa aplikasi juga telah banyak dirancang agar membantu memudahkan manajemen ibadah daripada umat islam seperti membaca Alquran, menghafal hadits. 
Seperti aplikasi baca Alqur'an, layaknya MyQuran Al-Quran dan Terjemahan. 



Aplikasi baca Alqur'an dengan fitur terlengkap. Memuat text arabic yang dapat dilihat secara online, menyediakan bacaan surah terakhir, bookmark, audio murottal, tajwid berwarna, dengan mode tampilan dapat memuat Full Screen, Landscape dan Potrait. Yang unik dari aplikasi ini, adalah penyediaan fitur tugas Khatam saat ramadhan dan hafal untuk hafiz atau hafizah. Aplikasi ini memiliki sertifikat Tashih oleh Kementrian Agama Republik Indonesia

Untuk aplikasi hadist, juga telah hadir aplikasi Ensiklopedi Hadist-Muslim Guidance After Alquran, Aplikasi yang menyediakan lebih dari 62.000 hadist yang berasal dari imam-imam terpercaya. Termasuk didalamnya 9 buku hadist dari Shahih Bukhari Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa'i, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Muwatha' Malik, dan Sunan Darimi



Terdapat bahasan menarik mengenai tema kita kali ini, datang dari Founder Alami, yakni Dima Djani yang mengomentasi sistem perbankan dinegeri kita, terutama menyangkut umat muslim. Ia bertujuan untuk membawa citra industri jasa keuangan syariah menjadi sebuah tren dan gaya hidup bagi masyarakat muslim Tanah Air. 
Indonesia saat ini sudah memiliki puluhan layanan keuangan berbasis syariah yang seharunsya mampu mewadahi kebutuhan keuangan dan investasi masyarakat muslim Tanah Air. Namun, ironisnya tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional ditahun 2016 masing-masing hanya sebesar 8,11% dan 11,06%, katanya diambil dari Wartaekonomi.co.id 
Sebagai seorang yang berjwa professional, Dima, mengaku telah melihat potensi ekonomi syariah di Indonesia begitu besar untuk dikembangkan mengingat eksistensi target pasar yang terus bertumbuh, dengan target utama adalah generasi milenial, kalangan masyarakat di usia produktif. 

Ia mengungkapkan perlunya akselerasi tingkat utilisasi layanan keuangan syariah, karena selama dua dekade belakangan, beliau menjelaskan, belum ada pihak yang betul-betul dapat memanajerial industri ini agar berkembang pesat di Indonesia.


Kita melihat tren fesyen muslim, produk halal sudah memiliki pasarnya tersendiri dikalangan generasi muda Indonesia. Disini kita bisa mengambil contoh peluang keterbukaan pasar dengan memperkenalkan layanan dan produk keuangan syariah, tentunya lewat cara yang paling familiar, katanya melanjutkan, sumber yang sama
Dima, menyakini bahwa generasi milenial sekarang ini, mampu menjadi kunci sukses untuk menjaring lebih banyak konsumen untuk investasi syariah. 

Post a Comment

0 Comments