Belajar Dasar-Dasar Pemrograman PHP : Kontrol Pemrograman PHP



Halo Sobat Lautan, semoga sehat selalu ya.

Kali ini, kita akan mempelajari pemrograman PHP. Sebelumnya kita telah mempelajari operator daripada PHP, nah pada artikel kali ini, kita akan mempelajari Kontrol Pemrograman PHP.
Kontrol Pemrograman PHP, berkaitan erat dengan bagaimana sebuah kode program berjalan.

Struktur Logika IF

Digunakan untuk mengatur kapan sebuah kode program akan dijalankan. 
Sebagai contoh :

<?php 
    if ($user=="admin") { // ini bagian kondisi
     // tampilkan tabel admin // ini bagian statement
    }
?>

Skrip diatas, hanya akan menampilkan tabel admin, jika user yang dimasukan adalah admin
Dalam penulisan struktur if, dibutuhkan 2 bagian, yakni kondisi dan statement.
Untuk statement, bisa terdiri dari satu, dua, atau bahkan ratusan baris perintah PHP. 
Baris perintah tersebut hanya bisa dijalankan selama kondisi bernilai TRUE. Jika kondisi menghasilkan nilai FALSE, statement tidak akan dijalankan. 

Untuk kasus yang lebih spesifik, kita juga dapat membuat nested IF. 
Berikut contohnya :

<?php
     if (kondisi1)
   {
     statement1;
    if (kondisi2)
   {
     statement1;   
   }
 }
?>

PHP tidak membatasi berapa banyak kondisi IF didalam IF. Namun perlu diperhatikan jika kita membuat struktur IF yang kompleks, tanda kurung kurawal ini harus dikelola dengn benar. Kesalahan penutupan kurung kurawal akan menghasilkan error atau kode program yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Struktur Logika Else dan Else IF

Pada dasarnya, struktur logika ELSE dan ELSE IF hanya perpanjangan daripada struktur IF
Bagian ELSE akan dijalankan apabila kondisi bermakna FALSE. Berikut adalah contonhnya

<?php 
$user="guest";

if ($user=="admin"){
   echo "Selamat datang Admin";
}
else {
   echo "Maaf, anda bukan admin";
}
?>

Kode diatas akan menampilkan kalimat "Maaf, anda bukan admin". Dikarenakan variabel $user tidak berisi "admin". Sehingga kondisi $user=="admin" akan menghasilkan FALSE

Untuk kasus yang lebih kompleks, kita dapat mengkombinasikan beberapa struktur ELSE IF, seperti contoh dibawah ini

<?php

$user="guest";



if ($user=="admin") {

   echo "Selamat datang Admin!";
  }
else if ($user=="user") {
       echo "Selamat datang User";
   }
else if ($user=="guest") {
       echo "Selamat datang Tamu";
   }
 else {
  echo "Maaf, saya tidak kenal anda";
  }
?>

Struktur Logika Switch 

Struktur logika switch adalah struktur percabangan yang akan memeriksa satu variabel, lalu menjalankan perintah sesuai dengan kondisi. Berikut adalah contoh skripnya ;


<?php

$hari=4;;
switch ($hari)
{
case 1 :
           echo "Hari Senin";
break;
case 2 :
           echo "Hari Selasa";
break;
case 3 :
            echo "Hari Rabu";
break;
case 4 :
            echo "Hari Kamis";
break;
case 5 :
            echo "Hari Jum'at";
break;
case 6 :
            echo "Hari Sabtu";
break;
case 7 :
            echo "Hari Minggu";
break;
default :
            echo "Nama hari cuma ada 7!";
 break;
}
?>
Seperti yang kita lihat, struktur switch terdiri dari beberapa bagian, berikut adalah format dasar penulisannya switch dalam PHP :


switch ($var)

{
case value1:
         statement1;
break;
case value2:
         statement2;
break;
}


Setelah perintah switch, kita menulis variabel yang akan diperiksa. Variabel ini ditempatkan

dalam tanda kurung. Seluruh block switch berada di antara kurung kurawal ‘{‘ dan ‘}’.
Tiap kondisi yang mungkin terjadi ditulis pada perintah case, lalu diikuti dengan kondisi yang ingin diuji.
Jika sesuai, baris statement akan dijalankan. Alur program untuk switch akan dieksekusi dari baris pertama sampai terakhir. Kata kunci break digunakan untuk keluar dari switch.

Operator Conditional

Operator conditional merupakan satu-satunya operator ternary dalam PHP (operator yang
membutuhkan 3 buah operand). Fungsi dari operator conditional mirip dengan kondisi IF ELSE tapi lebih singkat. Oleh karena itulah juga sering disebut sebagai PHP Shorthand If Else.

Contoh skrip

<?php 
    if (  7 > 5 ) {
    $hasil ="Benar";
}
else {
    $hasil = "Salah";
}
echo $hasil; // benar
?>

Dengan menggunakan operator conditional, kode program diatas akan menjadi seperti dibawah ini

<?php 
    if (  7 > 5 ) ? "  Benar"; :  "Salah";

   echo $hasil; // benar
?>


Struktur perulangan (atau dalam bahasa inggris disebut dengan loop) adalah kode program

untuk mengulang beberapa baris perintah. Di dalam PHP terdapat beberapa jenis instruksi perulangan: FOR, WHILE, DO WHILE dan FOREACH. Saya akan membahas struktur perulangan FOR terlebih dahulu.


Untuk membuat perulangan, harus tersedia 3 komponen, yaitu:


  • Kondisi awal perulangan.
  • Perintah program yang akan diulang.
  • Kondisi akhir dimana perulangan harus berhenti.

Berikut struktur dasar perulangan FOR dalam PHP:


for (start; condition; increment)

{
statement;
statement;
}


Start adalah kondisi awal perulangan. Bagian ini biasanya diisi dengan sebuah variabel yang berfungsi sebagai counter (variabel pengontrol perulangan). Menjadi standar tidak resmi, variabel counter ditulis dengan $i. Jika kita ingin mulai dari angka 1, kondisi start ditulis sebagai $i = 1.



Condition adalah kondisi yang menentukan kapan perulangan selesai. Dalam setiap perulangan (di kenal juga dengan istilah iterasi), condition akan terus diperiksa. Selama condition bernilai TRUE, iterasi akan dilakukan terus menerus.



Sebagai contoh, jika saya ingin menjalankan perulangan sebanyak 20 kali, di bagian condition ini bisa ditulis $i <= 20. Artinya, selama variabel counter $i nilainya kurang dari atau sama dengan 20, terus lakukan perulangan.



Increment adalah bagian yang digunakan untuk mengatur penambahan variabel counter pada setiap iterasi. Biasanya kita menggunakan operator increment seperti $i++.



Statement adalah bagian kode program yang akan diulang. Statement harus berada di dalam tanda kurung kurawal ‘{‘ dan ‘}’, kecuali statement tersebut hanya terdiri dari 1 baris.

Sebagai contoh, inilah program yang akan menghasilkan 10 baris kalimat “Saya sedang belajar PHP”. 


Berikut kode programnya:



<?php

   for ($i= 1; $i <= 10; $i++) {
   echo "<p>Saya sedang belajar PHP</p>";
   }
?>

Struktur Perulangan While

Contohnya, kita ingin membuat program tebak angka. 


Pengunjung akan menebak 1 angka dari 1 sampai 10. Untuk kondisi ini, kita tidak bisa memastikan berapa kali pengunjung akan mencoba hingga benar. Mungkin butuh 1, 2, 5, atau 10 kali sebelum angka tersebut berhasil ditebak. 

Untuk kasus seperti ini, PHP (dan juga bahasa pemograman lain) menyediakan stuktur perulangan WHILE. Perulangan WHILE cocok digunakan dimana kondisi akhir perulangan belum diketahui pada saat perulangan ditulis. Struktur dasar perulangan WHILE di dalam PHP adalah sebagai berikut:


start;

while (condition)
{
statement;
statement;
increment;
}


Start adalah kondisi awal perulangan, disini kita bisa mempersiapkan variabel counter yang

digunakan untuk mengatur condition.
Condition adalah kondisi yang harus dipenuhi agar perulangan berlangsung. Kondisi ini mirip seperti dalam perulangan FOR. Selama condition bernilai TRUE, perulangan akan terus dilakukan. Condition akan diperiksa pada tiap perulangan. Jika hasilnya FALSE, proses perulangan akan berhenti. 
Statement adalah kode program yang akan diulang. Kita bisa membuat kode program yang
simple seperti perintah echo, atau kumpulan perintah yang lebih kompleks. 
Tanda kurung kurawal diperlukan untuk membatasi blok program yang akan diulang. Jika statement hanya terdiri dari 1 baris, tanda kurung kurawal boleh tidak ditulis.


Contoh Skrip ;



<?php

     $i = 1;
     while ($i <= 10) {
     echo "<p>Saya sedang belajar PHP</p>";
     $i++;
}

?>

Struktur Perulangan Do While


Perulangan WHILE dan DO WHILE pada dasarnya hampir sama. Perbedaan terletak pada
lokasi pengecekan kondisi perulangan. 
Dalam struktur WHILE, pengecekan kondisi perulangan di lakukan di awal. Jika kondisi tidak terpenuhi, perulangan tidak akan pernah dijalankan. Namun pada perulangan DO WHILE, pengecekan kondisi dilakukan di akhir, sehingga walaupun kondisi menghasilkan FALSE, perulangan akan tetap berjalan minimal 1 kali. Berikut adalah format dasar struktur penulisan DO WHILE dalam PHP:

start;
do {
statement;
statement;
increment;
} while (condition);

Sebagai contoh, perhatikan perulangan WHILE berikut:

<?php
 $i=1000;
 while ($i <= 10)
 {
  echo "$i";
  echo "<p>Tidak akan tampil di browser</p>";
  $i=$i+1;
  }
?>

Kode program diatas tidak akan menampilkan apa-apa, karena condition while ($i<=10) sudah langsung menghasilkan nilai FALSE (karena saya mendefenisikan nilai $i=1000, yang jelas lebih besar dari 10). Tapi jika perulangan diatas dijalankan dengan struktur DO WHILE, hasilnya akan berbeda:
<?php
$i=1000;
do
    {
   echo "$i";
   echo "<p>Akan tampil di browser</p>";
   $i=$i+1;
 } while ($i <= 10);

?>

Program diatas akan menampilkan ”1000 <p>Akan tampil di browser </p>”. 
Ini karena pada struktur DO WHILE, perulangan program akan tampil setidaknya 1 kali walaupun kondisi WHILE menghasilkan FALSE.

Struktur Perulangan FOREACH

Struktur ini adalah perulangan khusus untuk digunakan pada penganganan data array. 
Sebagai contoh, lihatlah skrip dibawah ini

<?php
$nama = array("Andri","Joko","Sukma","Rina","Sari");

for ($i = 0; $i < 5; $i++)
{
echo "$nama[$i]";
echo "<br />";
}
?>

/* Output-------------------------------------------------------
Andri
Joko
Sukma
Rina
Sari
--------------------------------------------------------------*/

Skrip diatas terjadi perulangan FOR sebanyak 5 kali dengan variabel counter $i dimulai dari angka 0. Kita dapat mempersingkat skrip diatas dengan perulangan FOREACH menjadi seperti dibawah ini

<?php
$nama = array("Andri","Joko","Sukma","Rina","Sari");

foreach ($nama as $val)
{
echo "$val";
echo "<br />";
}
?>

/* Output-------------------------------------------------------
Andri
Joko
Sukma
Rina
Sari
--------------------------------------------------------------*/

Perulangan foreach diatas akan menampilkan seluruh isi element array, namun dengan perintah yang lebih singkat. Kemudahan lain yang didapat dari foreach adalah kita tidak perlu menulis berapa kali iterasi harus dilakukan, serta variabel increment. Perulangan akan terjadi otomatis, dan dijalankan sebanyak element yang ada didalam array

Berikut format dasar penulisan foreach : 

foreach ($nama_array as $value)
{
statement (...$value...)
}

Variabel $nama_array adalah array yang akan diproses. Sedangkan $value adalah nama ‘variabel perantara’ yang berisi element array pada saat perulangan. Anda bebas ingin menggunakan nama lain untuk variabel perantara ini, seperti $value, $val, atau yang lainnya . Diantara kedua variabel ini terdapat keyword “as”.

Bagaimana dengan assosiative array? perulangan FOREACH juga punya format khusus untuk tipe array ini:

foreach ($nama_array as $key => $value)
{
statement ($key...$value...)
}

Variabel $key digunakan untuk menampung nilai key atau label dari assosiative array. Berikut contohnya

<?php
$nama = array(
1 => "Andri",
6 => "Joko",
12 => "Sukma",
45 => "Rina",
55 => "Sari"
 );

 foreach ($nama as $kunci => $isi)
 {
 echo "Urutan ke-$kunci adalah $isi";
 echo "<br />";
 }
 ?>

 /* Output-------------------------------------------------------
 Urutan ke-1 adalah Andri
 Urutan ke-6 adalah Joko
 Urutan ke-12 adalah Sukma
 Urutan ke-45 adalah Rina
 Urutan ke-55 adalah Sari
 --------------------------------------------------------------*/

Variabel $nama saya defenisikan sebagai assosiative array. Pada perulangan foreach, saya
menggunakan variabel perantara $kunci => $isi. Selama dalam perulangan, variabel $kunci
akan berisi key dari array, sedangkan variabel $isi akan berisi value atau nilai dari array.

Proses menampilkan dan memproses array akan lebih mudah menggunakan perulangan foreach dibandingkan perulangan dasar seperti for. Terlebih lagi kita tidak perlu tau berapa banyak perulangan harus dilakukan. Perulangan foreach akan otomatis berhenti pada data array terakhir.

Post a Comment

0 Comments