Sejarah Teknologi Dalam Perkembangan Agama Islam - Lengkap


Halo Sobat Lautan, semoga sehat selalu ya. 
Kali ini, kita akan membahas secara mendetail sejarah teknologi dalam perkembangan agama islam. 
Ya, Islam dan Teknologi, adalah dua kesatuan yang berbeda, namun fungsi daripada teknologi dapat di manipulasi sedemikian rupa, untuk keperluan dakwah dalam agama islam. 

Ya, anda benar. Teknologi bukanlah lawan, tapi kawan untuk dakwah didalam islam. Bahkan teknologi kapal besar atau Baterah, telah di pelopori pertama kali oleh Nabi Nuh. Jauh sebelum Nabi Nuh, ada Nabi Adam yang mempelopori "kompor" dibuat dari gesekan dua batu. Ingat ya, DUA batu. 


Penemuan Bahtera Nabi Nuh Oleh Para Ilmuwan Sejarah 
Kita ambil contoh lagi dari Zaman Fir'aun. Ada teknologi yang membuat manusia zaman sekarang tercengang. Teknologi tersebut berasal dari Mesir Kuno. Ya, anda benar, jawabannya adalah Pyramid. Membuat Pyramid, bukanlah hal yang mudah. Tentu, diperlukan teknologi yang paten pada saat itu. 

Bahkan Ka'bah Yang di bangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, dapat di kategorikan sebagai Teknologi yang mutakhir. Sebenarnya, kita dapat menamai sesuatu sebagai teknologi, apabila mesin atau semacam itu, dapat membantu kita dalam pekerjaan sehari-hari. 

1.000 tahun SM, telah berkembang roda gigi atau akrab di sapa dengan sebutan gir dalam pembuatan tembikar oleh kebudayaan Parsi Purba. 

Berlanjut, kepada Nabi Muhammad, yang membuat masjid. Serta ultimatum dari beliau, yang menyuruh para Sahabat, untuk menulis Al-qur'an dan dijadikan sebagai sebuah kitab. Pada awalnya, penulisan Al-qur'an di tulis pada pelepah kurma dan juga di tulang belulang. 

Beralih, pada teknologi pelayaran. Ahli Ilmu geografi Islam dan navigatornya telah mempelajari fungsi daripada jarum magnet. Jarum magnet itulah yang di jadikan semacam kompas, penunjuk arah dalam pelayaran. Hal ini, juga diakui oleh pelayar asal Eropa, Gustav Le Bon, yang mengatakan bahwa orang Cina hanya berperan sedikit dalam penemuan teknologi jarum magnet dan kompas, dibandingkan dengan peran daripada ahli ilmu yang beragama Islam.

Orang-orang Cina mulai memperbaiki teknologi pelayaran mereka setelah berinteraksi dengan Muslim selama abad ke-8. Ahli-ahli georafi islam, menghasilkan banyak buku yang tak terhitung tentang Afrika, Asia, India, Cina dan orang-orang Indian, dari abad ke-8 sampai pada abad ke-15. 

Tulisan-tulisan itu mencakup ensiklopedi geografi pertama di dunia, almanak-almanak dan peta jalan 

Pada tahun 740, berbagai jam mekanik dihasilkan oleh insiyur-insiyur Muslim Spanyol, ada yang berukuran besar dan ada pula yang berukuran kecil. Jam tersebut dilengkapi dengan sistem picu beban beserta buangan air raksa, yang kemudian dijiplak oleh orang-orang Eropa selama abad ke 15.

Andalusia, Semenanjung Iberia yang diperintahkan oleh orang Islam 
Tidak mau kalah. Tahun 765, fakultas kedokteran pertama di dirikan oleh Jurjis Ibnu Naubakht. Namun, pada masa inilah seorang Ibnu Firnas menjadi terkenal. Terinspirasi dari kejadian Isra' Mi'raj, saat Nabi Muhammad menaiki Bouraq, Ibnu Firnas, mulai berpikir tentang gerak aerodinamika, fisika udara, anatomi burung dan kelelawar. Sampai-sampai, pada suatu saat, dia berhasil menciptakan sebuah alat terbang seperti sayap kelelawar. 
Dia menaiki menara Masjid Cordoba, disaksikan oleh ribuan orang dibawahnya, lalu dia melompat dan melayang sejauh kira-kira 3 KM, dan mendarat dengan selamat.

Penemuan alat terbang dari Ibnu Firnas itulah yang menjadi inspirasi bagi Wright Bersaudara, menciptakan pesawat terbang pada awal abad ke-19. 

Perkembangan teknologi di dunia islam meliputi berbagai hal, antara lain penggunaan air dan angin sebagai sumber energi, irigasi dan bendungan, penggunaan mesiu untuk peperangan, pembuatan kapal laut, teknologi kimia, industri tesktil dan kertas, teknologi pangan dan pertanian, serta pertambangan

Pada saat ini, ilmuwan-ilmuwan Islam telah banyak menciptakan teknologi yang canggih.  Sebut saja Khairul Anwar, penemu 4G, Bapak BJ Habibie, sang pelopor Dirgantara di Indonesia, ada juga Ahmad Zacky, pendiri dari situs jual beli online yang terkenal, BukaLapak, dan masih banyak lagi. 

Pertanyaannya adalah ? Mampukah kita menjadi ilmuwan untuk perkembangan agama Islam ?

Berikan komentar anda dibawah ini. . .

Post a Comment

0 Comments