WhatsApp dan Facebook Perangi Hoax, Spam, dan Pencurian Data


Halo Sobat Lautan, semoga sehat selalu ya. Kali ini, lautan ada informasi terbaru terkait pengembangan dari aplikasi berbasis chat WhatsApp dan Facebook dalam upaya pemberantasan Hoax, Spam dan pencurian data pribadi. 

WhatsApp, sebuah aplikasi berbasis chat yang kepemilikannya sudah dijual ke facebook. Tak tanggung-tanggung, facebook harus merogoh kocek dalam-dalam sekitar 16 Milyar dollar. 
Aplikasi ini dibuat oleh Jan Koum, seseorang yang dulu hidup sebagai gelandangan.  Bersama dengan Brian Acton, Jan Koum berhasil membuat aplikasi berbasis chat dengan jumlah pengguna yang terus bertambah tiap tahunnya. 
Sepanjang perjalanan perkembangan WhatsApp, banyak hal positif yang bisa dirasakan. Sebut saja seperti fitur group Video Call yang telah di luncurkan. 

WhatApp juga telah mengambil langkah-langkah jitu untuk memberantaskan hoax. WhatsApp membatasi pengeriman teks (teruskan) untuk mencegah desas desus menyebar. WhatsApp mengungkapkan bahwa mereka melarang sekitar 2 juta akun setiap bulan untuk memerangi penyebaran informasi yang salah. Dalam jumpa pers beberapa waktu yang lalu, WhatsApp mengungkapkan bahwa mereka telah membangun sistem mesin pembelajaran untuk mendeteksi dan mengurutkan pengguna yang menunjukkan prilaku tertentu seperti membuat banyak akun dan mengirimkan pesan secara massal hanya untuk menyebarkan konten yang tidak akurat pada lintas platform yang paling banyak digunakan di dunia ini.

Perusahaan mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran tersebut telah meningkat sangat banyak sehingga dapat melarang 20% akun buruk tepat pada saat mereka melakukan pendaftaran. 

Sama hal dengannya anak perusahaan, Facebook juga sedang gencar memerangi pencurian data. Apalagi, masih ingat dibenak kita, tahun lalu Facebook terkena kasus pencurian data yang di lakukan oleh karyawan mereka sendiri. Tidak ingin kecolongan, Facebook telah memperbarui sistem keamanan mereka. 
Berikut ini adalah 5 langkah untuk memperkuat keamanan akun Facebook, sumber dari CNN Indonesia

1. Apakah Itu Saya ?

Fitur ini bisa digunakan untuk memeriksa apa yang dilakukan oleh pihak lain dan juga memberikan opsi pengambilan tindakan dengan cara keluar dari perangkat tersebut

2. Apakah Itu Anda ?

Apabila fungsi ini diaktifkan, pengguna akan menerima notifikasi di akun Facebook, Messenger, dan email yang terdaftar. Notifikasi tersebut akan menginformasikan pada pengguna, jika ada pihak lain yang telah melakukan login pada perangkat yang lain yang tidak dikenal. 

3. Kata Sandi Yang Unik 

Kebanyakan orang memilih kata sandi yang berkenaan dengan pengalaman pribadi dalam hidup, hal ini sangat mudah ditebak oleh orang lain. Disarankan kepada pengguna, untuk menggunakan kombinasi dari angka, karakter, kata, serta ubah kata sandi secara berkala

4. Akses Keamanan Ganda

Fitur 2FA untuk login, membuat akun lebih aman karena pengguna harus menggunakan kombinasi identifikasi personal untuk login, dan biasanya kata sandi dan kode unik login yang dikirimkan ke nomor ponsel melalui pesan singkat. Lapisan kedua perlindungan ini banyak digunakan oleh bank dan penyedia layanan onlline lain yang menggunakan data pribadi atau data keuangan 

5. Memilih Orang Yang Dapat di Percaya  

Facebook menyediakan fitur kepada pengguna untuk memilih 3 atau sampai dengan 5 orang yang dapat dihubungi jika pengguna tidak dapat mengakses akun. Fungsi ini sangat bermanfaat jika seseorang mengakses akun pengguna serta mengganti email atau kata sandi. Pilih Reveal My Trusted Contacts dan ketik nama lengkap teman. 
Selanjutnya Facebook akan mengirimkan link pada pengguna, yang mana link tersebut hanya diakses orang tersebut dan mereka dapat memberikan kode untuk mengakses kembali akun. 

Post a Comment

0 Comments