Huawei Di Blokir Oleh Trump, Ini Tanggapan Menteri Perindustrian Indonesia


Halo sobat Lautan, semoga sehat selalu ya. 
Kali ini, lautan punya berita terbaru seputar perusahaan berbasis teknologi asal China, Huawei. Seperti yang kita baca dan dengar dari beberapa portal berita teknologi, Huawei saat ini tengah berusaha keras mengembangkan teknologi jaringan komunikasi terbaru, 5G. Huawei sedang berusaha untuk mengusaha pangsa pasar teknologi di dunia. 
Namun, usaha itu mendapat perlawanan dari pemerintahan Amerika Serikat, Donald Trump

Dari Tempo.co, di ketahui bahwa pemerintahan Donald Trump, resmi menetapkan Huawei kedalam daftar hitam yang secara efektif melarang perusahaan-perusahaan asal Amerika untuk melakukan bisnis dengan industri China. Penetapan ini berdasarkan atas rasa curiga Amerika terhadap produk teknologi China, yang dinilai bertujuan masif untuk memata-matai komunikasi AS.

Akibat Black List Huawei ini sendiri, telah memaksa sejumlah perusahaan seperti Google dan ARM (perakit chip asal Inggris) untuk membatasi dan menghentikan hubungan dengan Huawei. Dari data yang didapat, pelarangan ini akan menyebakan pengiriman smartphone internasional Huawei akan turun sebesar 40%.

Kami tidak dapat memperoleh pasokan komponen, tidak dapat berpartisipasi dalam banyak organisasi internasional, tidak dapat bekerja sama dengan banyak universitas, tidak dapat menggunakan apapun dengan komponen AS, dan bahkan tidak dapat membuat koneksi dengan jaringan yang menggunakan komponen tersebut, kata Ren Ren Zhengfei, petinggi di Huawei, di kantor pusat Huawei, Shenzhen, Senin, 17 Juni 2019
Menanggapi kasus larangan ini, Menteri Perindustrian Indonesia, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa ini berkaitan erat dengan perang teknologi komunikasi, terkhusus pada infrastruktur 5G. 
5G di perkirakan akan menjadi ujung tombak yang menentukan peredaran revolusi industri 4.0 


Jadi memang di mana-mana sedang ada bidding atau tender untuk menentukan siapa penyedia infrastruktur. Infrastruktur 5G ini menjadi salah satu core perang dagang karena 5G menentukan ekosistem revolusi 4.0 ke depannya, ujar Airlangga, usai rapat Komisi VI DPR RI Jakarta, Senin, 17 Juni 2019
Airlangga juga mengungkapkan, bahwa Indonesia juga tengah berupaya mewujudkan revolusi industri 4.0 dengan menerapkan kekuatan IoT (Internet of Things.)

Sejauh ini Indonesia belum memutuskan untuk tender 5G, mungkin sedang dibahas di Kementrian Komunikasi dan Informasi, ujar Airlangga. 

Post a Comment

0 Comments