Belajar Macromedia Flash 8 : Penggunaan Teknik Masking


Halo sobat lautan, semoga sehat selalu ya.
Kali ini kita akan kembali membahas macromedia flash 8, sebuah aplikasi yang digunakan untuk membuat animasi. Kita telah banyak belajar dari flash 8 ini, mulai dari sifat dasar obyek, pergerakan obyek, motion guide dan lain-lain. Anda dapat membaca artikel sebelumnya di sini

Baca juga : Belajar macromedia flash 8 : penggunaan motion guide dalam animasi

Teknik Masking adalah teknik yang di gunakan oleh animator untuk memberikan mask pada obyek untuk membentuk tampilan obyek yang lain. Atau dengan kata lain, menampilkan bidang yang tertutup dan menyembunyikan bidang yang terbuka. Prinsip kerja daripada mask mirip dengan pergantian slide foto.

Untuk memahami konsep mask, maka di perlukan beberapa langkah. Berikut adalah beberapa langkah yang di gunakan untuk memahami teknik masking dalam proyek X-Mask di Macromedia Flash 8, dalam 2 kegiatan yang berbeda.

Kegiatan 1


  • Buka aplikasi Flash 8, lalu buat kotak di tengah stage, mengggunakan rectangle tool. Ubah nama layer tersebut dengan nama mask ( untuk menandakan layer tampilan yang di inginkan )
  • Berikut adalah membuat layer yang berfungsi sebagai tempat dari obyek yang sebenarnya yang akan di tutupi dengan efek mask. Letakkan layer tersebut di bawah layer mask.
  • Langkah berikutnya adalah import gambar yang di inginkan. Pembaca dapat melakukannya dengan cara import to library, lalu pilih open
  • Setelah gambar di import dari library, maka akan terlihat pada panel kanan tepat pada fitur library
  • Drag gambar pada library menuju stage. Untuk dapat mengatur ukuran daripada gambar dapat di lakukan dengan free transform tool. Ukuran gambar yang di buat, haruslah sesuai dengan kotak rectangle tool. Beri nama, pada layer tersebut, dengan nama gambar 1 atau sejenisnya, untuk mempermudah pekerjaan.
  • Ubah layer mask, dengan merubah tipe layer menjadi mask. Klik kanan, lalu pilih mask.
  • Obyek pada layer gambar 1, akan terlihat berada di depan layer mask

Kegiatan 2

  • Buatlah layer dengan nama mask. Berikan background pada stage dengan warna hitam, dan buat kotak dengan rectangle tool, berikan warna merah pada fill dan white untuk border
  • Pada layer mask, berikan insert frame, sekitar frame 30. Pada frame ke 10, berikan insert keyframe. Antara frame 1 sampai 10, berikan create motion tween.
  • Pada frame pertama, pindahkan center point, kearah kanan atau arah yang di kehendaki. Lakukan hal ynag sama pada frame ke 10. Untuk dapat memindahkan center point, gunakan free transform tool.
  • Setelah center point di pindahkan. Kembali pada frame pertama. Ubah ukuran kotak agar mengecil.
  • Buatlah layer baru, untuk yang akan di berikan efek masking. Berikan nama yang mudah untuk diingat. Kemudian klik pada frame ke-10 layer Mask, klik kanan pada frame tersebut kemudian klik pada item Copy.
  • Untuk pengamanan, silakan kunci layer Mask dan agar mudah maka hilangkan juga dari tampilan.
  • Kemudian klik pada frame pertama layer foto. Klik kanan pada stage, kemudian klik pada item Paste in Place.
  • Ubah obyek tersebut, menjadi break apart, dengan klik kanan
  • Pilih pada frame 11, di layer foto, berikan blank keyframe, lakukan seleksi pada frame 1 sampai 10, dan pilih BitMap untuk typenya.
  • Kemudian hilangkan kunci layer Mask, dan tampakkan lagi.
  • Klik kanan pada layer tersebut, dan klik pada item menu Mask untuk mengaktifkan masking.
  • Animasi masking telah siap. Namun untuk memberikan more effect, maka perlu di lakukan beberapa langkah penambahan layer.
  • Buatlah layer baru, lalu jadikan layer dalam bentuk normal. Klik kanan, lalu pilih properties, ubah menjadi normal
  • Pada layer 4, berikan keyframe pada frame ke 11.
  • Buka gembok layer foto, seleksi 10 frame pertama double click di antara frame pertama sampai dengan ke-10
  • Tekan tombol alt, dan drag frame yang sudah di seleksi ke layer 4.
  • Silakan kunci lagi layer foto dan hilangkan sementara tampilannya bersama layer Mask di stage. 
  • Klik pada frame pertama layer 4. gantilah gambarnya dengan meng-klik gambar ke-2 pada Color Mixer.
  • Kemudian tampakkan lagi layer Mask dan layer foto. Cek dengan men-drag timeline.
  • Agar menjadi animasi lengkap yang berganti secara teratur, maka animasi juga harus diberikan ke frame lain. Lakukan seleksi 10 frame pertama layer Mask dengan melakukan drag pada frame tersebut.
  • Tekan tombol Alt pada keyboard, kemudian drag ke frame ke-11 s/d 20 pada layer Mask. 
  • Klik pada frame ke-11 layer Mask. Beri nama frame tersebut sebagai Slide2 untuk mengidentifikasi urutan animasi. Beri juga nama pada frame ke-1 dengan nama Slide1.
  • Lakukan seleksi pada frame ke-21 pada layer foto dan layer 4. Klik kanan pada frame yang terseleksi dan klik pada Insert Keyframe.
  • Kemudian seleksi frame pertama layer foto dan layer 4. tekan tombol Alt kemudian drag kedua frame ke frame ke-11 di kedua layer tersebut.
  • Dari sini, silakan lakukan pengubahan gambar pada tiap layer (foto dan layer 3). Bisa dengan men-drag frame 1-10 layer foto ke layer 4, atau dengan diubah secara manual melalui pemilihan gambar di Color Mixer.
  • Lakukan hal yang sama pada frame ke-21 s/d 30, baik pada layer Mask, foto, ataupu layer 4. Cek hasil dengan Test Movie.
Semoga pelajaran ini bermanfaat :).

Post a Comment

0 Comments