Bisakah Mesin Waktu Tercipta ? Mari Kita Bahas


Halo sobat lautan, semoga sehat selalu.
Kali ini kita akan membahas fenomena yang sudah mendunia semenjak jaman dahulu. Fenomea itu yakni time travel atau perjalanan waktu. Dalam perkembangan fenomena ini, telah banyak film yang telah mengisahkan tentang alat ini. Tentu dengan berbagai bentuk dan cara kerja yang berbeda-beda. Seperti yang ada di film Looper, Source Code, Back to the Future, X-Men : Days of Future Past, Men In Black III, The Final Countdown, hingga Avengers End Game.

Semua deskripsi mesin waktu dalam film-film tersebut bekerja dan sesuai dengan fantasi sutradara. Semua film tersebut menjadi representasi bagaimana mesin waktu tersebut. Dengan mesin waktu tersebut, kita bisa menjelajah pada jaman dahulu. Namun, di dunia nyata, mesin waktu hanyalah bualan belaka. Tidak ada yang benar-benar bisa atau telah menciptakan mesin waktu ini. Jika tercipta, tentunya, tatanan kehidupan akan berubah 100%.

Orang-orang akan dengan mudah menghapus perbuatan yang telah hapus, dan akan jauh dari kata menyesal. Meskipun belum ada bukti konkret tentang teknologi abstrak ini, ada sejumlah kejadian yang dipercaya sebagian orang, bahwa mesin waktu itu benar-benar ada. Pada bulan November 2017, media express.co.uk, memberitakan seorang lelaki bernama Noah yang mengaku datang dari masa depan tepatnya tahun 2028. Ia memberanikan diri datang ke masa kini untuk memperingatkan bahwa mesin waktu itu benar-benar ada. 

Meskipun ini hanyalah sebuah pengakuan yang buktinya belum jelas, muncul banyak teori konspirasi yang berkembang. 

"Saya tidak berusaha menipu semua orang, tujuan utama saya adalah untuk membuktikan bahwa mesin waktu itu benar-benar ada dan saya sendiri adalah seorang penjelajah waktu" ujar Noah di situs berbagi video Youtube.

Seperti yang lautan telah tulis sebelumnya, bahwa muncul beberapa teori konspirasi yang berkembang. Salah satu dari penyebabnya adalah munculnya berbagai foto yang menggambarkan seseorang dari masa lalu namun dengan tampilan atau alat yang sebenarnya tidak ada pada masa tersebut. Seperti dua foto di bawah ini..



Gambar pertama, memperlihatkan keadaan pembukaan ulang Jembatan South Fork di British Colombia, sekitar 1840-an. Jika melihat seorang pria dengan lingkaran merah, memang agak aneh jika berkata gaya berpakaiannya adalah gaya berpakaian orang jaman dulu. Gambar kedua, memperlihatkan seorang wanita yang seperti menggengam telepon, pada tahun 1928. Padahal fakta membuktikan, bahwa telepon belum ditemukan saat itu.


Jika mesin waktu dapat di ciptakan, maka mungkin kita bisa kembali di masa kehidupan kakek kita. Dan kita bertemu kakek kita disebuah tebing yang indah. Namun, seketika niat jahatmu muncul dan mendorong kakekmu ke dasar tebing. Hmm..

Kakek adalah orang dari salah satu orang tua kita. Jika kamu membunuh kakekmu, maka ayahmu di masa yang akan datang tidak akan lahir. Dan itu berarti kamu juga tidak terlahir. Lalu timbul pertanyaan, siapa yang membunuh kakekmu tadi ?. Jika kakek kita masih ada, lalu siapa yang kita bunuh ? dan jika..begitu seterusnya. Hal ini disebut juga dengan Grandfather paradox.


Untuk dapat mencari jawaban dari paradoks ini, kita perlu melakukan praktik. Namun, hal ini terbilang mustahil. 

Pada dasarnya, kita telah melakukan perjalanan waktu, namun tidak berjalan pada waktu yang telah lampau, namun waktu yang akan datang. Seperti saat kita diam, kita telah menghabiskan beberapa detik waktu kita untuk masa depan yang datang. Seperti yang kita ketahui bersama secara umum, waktu itu konstan, tidak bisa dipercepat dan di perlambat. 

Tetapi, ilmuwan terkenal Albert Einstein mengatakan dalam teori relativitas khusus, bahwa semakin cepat obyek bergerak, maka persepsi kita pada waktu berubah. Jika kita menaiki mobil dengan keadaan bergerak, maka waktu yang kita alami akan semakin lambat, relatif dengan mobil yang tidak bergerak. Alias, semakin kita bergerak menuju kecepatan cahaya, waktu akan bergerak lebih lambat.

Seperti halnya seorang astornot yang dipercaya memiliki umur yang lebih muda ketimbang orang-orang yang ada di bumi. Hal ini di sebabkan karena sebuah roket membutuhkan kecepatan sekitar 28.000 km/jam untuk menembus atmosfer bumi. Dalam teori relativitas umum, milik Albert Einstein, semakin besar obyek maka semakin menyebakan distorsi ruang dan waktu.

Tentu kita ingat dengan pelajaran fisika, bahwa semakin besar massa suatu benda, maka gravitasinya juga semakin besar. Itu berarti, semakin besar gravitasi, maka akan semakin mempengaruhi distorsi waktu.


Contoh dalam film Interstellar, para astronot mendarat disebuah planet yang penuh dengan air. Yang dimana gaya gravitasinya lebih besar 30 kali dari bumi. Dan planet tersebut juga terletak di dekat black hole yang besar, serta mengorbit dengan 55% kecepatan cahaya. Black hole itu memiliki massa seperti 100 juta matahari dan berotasi dengan kecepatan 99,9% kecepatan cahaya.

Dengan pengetahuan itu, maka para astoronot yang berada di planet tersebut akan mengalami distorsi waktu, relatif dengan orang-orang yang ada di pesawat. Dalam film itu, dijelaskan bahwa 1 jam di planet tersebut, sama dengan waktu 7 tahun dengan temannya yang berada di pesawat. Bahkan ketika mereka kembali ke pesawat, temannya 23 tahun lebih tua dari pada mereka dalam beberapa jam. Fenomena ini ada dalam berita Scott Kelly, saat menjelaskan keadaan luar angkasa.


Lalu bagaimana dengan pergi ke masa lalu ? Ini adalha penjelasan dari orang pintar di muka bumi, Stephen Hawking dalam hipotesisnya Chronology Protection Conjecture mengatakan bahwa hukum fisika tidak akan memperbolehkan kita untuk kembali ke masa lalu. Tidak peduli seberapa besar usaha kita mencoba, maka akan selalu ada hambatan yang hadir. 

Itulah penjelasan, apakah mesin waktu bisa tercipta atau tidak, dan jawabanya adalah tidak.

Post a Comment

0 Comments