Bocah-Bocah Programmer Yang Mendunia. Siapa Saja ?


Halo sobat lautan, semoga sehat selalu ya.
Kali ini lautan akan berbagi informasi tentang beberapa bocah yang memiliki kemampuan yang mumpuni dalam bidang program. Mereka adalah anak-anak super yang bisa diibilang memiliki kecerdasan tidak seperti anak-anak biasanya. Mereka mampu untuk menjadi programmer dalam usia yang masih belia. Bahkan ada yang sampai dilirik oleh perusahaan ternama Google dan Apple. Penasaran siapa saja ? Mari kita simak bersama

Baca juga : 5 laptop canggih anti air..buruan beli

1. Yuma Soerianto 


Di urutan pertama daripada daftar bocah-bocah programmer yang mendunia versi lautan ialah keturunan Indonesia bernama Yuma Soerianto. Yuma bahkan menjadi programmer termuda yang dimiliki oleh Apple. Yuma mulai tertarik dengan dunia coding semenjak usia enam tahun, dan berhasil membuat sebuah situs web. Yuma mengaku, ia mendapatkan materi pembelajaran coding dari situs berbagi video YouTube. Ia menggunakan bahasa pemrograman Swoft Playgrounds yang tersedia gratis untuk perangkat iPad Di usia tujuh tahun, ia mulai belajar bahasa pemrograman Javascript dan mulai membuat aplikasi game

Baca juga : Cara hacker whatsapp orang lain

Ada beberapa aplikasi yang keran dan dibuatnya serta tersedia di App Store. 
Aplikasi itu yaitu, Let's Stack, Let's Stack AR, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck, Pocket Poke, dan Fireworks Builder AR. Tahun lalu, ia mencuri perhatian di acara developer tahunan, Worldwide Developer Conference (WWDC 2018). Yuma, menjadi penerima beasiswa termuda yang mendapatkan kesempatan untuk hadir di event tersebut. Ia juga memamerkan foto bersama dengan CEO Apple, Tim Cook, di twitter pribadinya

Saat ini Yuma masih melanjutkan sekolahnya di Middle Park Primary School di Melbourne. Yuma juga pernah menjadi pembicara di ajang World Youth Forum 2017 di Mesir dan acara teknologi kretif PauseFest 2018 di Melbourne. Ayah Yuma, Hendri mengaku berasal dari Indonesia, tepatnya di Jakarta.

Dalam sebuah wawancara dengan Radio National ABC, Yuma mengaku ingin membuat aplikasi yang bisa mengubah dunia

"Siapa saja bisa melakukan coding, bila kita sabar melakukannya dan senang melakukannya", aku Yuma.

2. Samaira Mehta


Sama seperti Yuma, Samaira Mehta, telah belajar coding dari usia belia yakni enam tahun. Dan pada usia delapan tahun, ia berhasil menciptakan board game pertamanya bernama CoderBunnyz yang juga mengajari anak-anak tentang coding. Bahkan Mehta menjadi CEO untuk board gamenya tersebut dan menjualnya di Amazon

"Kami telah menjual 1.000 kotak, jadi lebih dari USD 35.000 (Rp.531 juta) dan ini baru tersedia di pasar selama satu tahun " ujar Mehta di kutip dari Business Insider. 

Sepertinya kepintarannya menurun dari ayahnya yang merupakan teknisi Intel. Bahkan ia juga meluncurkan inisiatif "Yes, 1 Billion Kids Can Code" yang memungkinkan orang-orang mendonasikan game ini ke sekolah-sekolah. CoderBunnyz ini telah digunakan di 106 sekolah untuk mengajarkan coding ke anak-anak. Yang lebih mengejutkan, ia memberikan sentuhan baru, dengan menciptakan sekuelnya bernama CoderMindz bersama adiknya yang baru berusia enam tahun. Ia ingin game CoderMindz dapat mengajarkan anak-anak tentang coding yang menggunakan kecerdasaan buatan (AI)

Mehta pun di tawari kerja langsung oleh Google melalui Chief Culture Officer Stacy Sullivan, setelah lulus dari kuliah. Sullivan sendiri sangat takjub dengan kemampuan Mehta, dan menjadikannya salah satu pembicara utama di konferensi Diversity in Tech yang diadakan Google pada bulan Agustus. Mehta juga pernah menjadi pembicara  di konferensi Women in Technology yang diadakan oleh Microsoft.

3. Lin Ding Wen


Lahir pada tanggal 21 September 1999, Lin Ding Wen adalah seorang programmer muda yang namanya mendunia. Pada tahun 2009, saat usianya belum genap 10 tahun, programmer asal Malaysia ini berhasil menciptakan sebuah aplikasi virtual painting bernama Doodle Kids.

Awalnya ia mengaku menciptakan aplikasi ini untuk adiknya. Namun aplikasi ini mendapatkan perhatian lebih dari Apple. Aplikasi ini kemudian hadir di iTunes dan Apple App Store. Sejak usia 7 tahun ia memang gemar belajar bahasa pemrograman. Ya, seperti Applesoft BASIC, GSoft BASIC, Complete Pascal, Orca/Pascal dan Objective-C. Sekarang ia masih aktif mengembangkan beberapa aplikasi lain.

Jika melihat umurnya sekarang, ya dia bukan bocah lagi sih. 2019, jadi umurnya sekarang adalah kurang lebih 20 tahun. Hanya saja mimin sengaja masukin, karena memang prestasi cemerlangnya di usia 10 tahun itu

Mungkin pembaca setia punya nama tambahan tentang bocah-bocah programmer yang mendunia, silahkan beri komentarnya di bawah ya :).

O iya silahkan masuk Grup Facebook Tips dan Trik Komputer milik lautan, di situ kalian bisa dapatkan semua tutorial lautan..Oke.

Post a Comment

0 Comments