Sejarah Menarik Tentang Revolusi Industri 1.0 Hingga 4.0


Halo sobat lautan, semoga sehat selalu ya. 
Kali ini lautan akan bercerita tentang betapa menarik sejarah revolusi, mulai dari revolusi 1.0 sampai dengan 4.0. Oleh sebab itu, tidak ada salah menyiapkan secangkir teh untuk menemani anda membaca artikel yang menarik ini. 

Apa itu revolusi industri ? Mari kita bahas dari awal. .


Revolusi industri adalah periode dimana terjadi perubahan dalam skala besar dalam bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam dalam aspek sosial, ekonomi dan budaya. 
Revolusi industri pertama kali dimulai oleh negeri tiga singa, Inggris. Revolusi ini berawal ini dari perpindahan perekonomian berbasis pertanian menjadi pertanian berbasis manufaktur, awal terjadinya perpindahan ekonomi yang menggunakan tenaga manusia dan menjadi ekonomi yang menggunakan mesin berbasis manufaktur. 

Dampaknya, banyak perusahaan kecil yang bangkrut, adamya pengangguran masal, berkembangnya urbanisasi, upah buruh yang rendah, perdagangan dan transportasi yang makin lancar serta muncul kesenjangan antara si kaya dan miskin. Salah satu latar belakang yang menjadikan revolusi industri berkembang, seperti Inggris yang kaya akan bahan tambang, seperti batu bara, besi, timah dan kaolin. Pemerintah juga memberikan hak paten kepada penemuan teknologi baru. Mereka, Inggris, juga mendirikan The Royal Society for improving Natural Knowledge pada tahun 1662, yang berguna sebagai sponsor pencarian sumber daya alam.

Untuk lebih mengetahui lebih banyak tentang revolusi, tidak ada salahnya membahas jaman eropa prarevolusi. Pada tahun 1200, industri rumahan semakin berkembang pesat, hingga tahun 1350 mulai berkembang perserikatan kota-kota dagang. 

Perang Salib

Sejak abad ke-14, di bawah kepimpinan Raja Inggris, Edward III, mulai membangun industri kain wol dan majunya ilmu pengetahuan mendorong tergeraknya revolusi industri. Perdagangan di laut tengah dikuasai pedagang islam sehingga menghambat pedagang asal eropa. Keadaan ini menyebabkan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan rakyat eropa. Saatsetelah terjadinya perang salib, eropa kembali aktif dalam perdagangan, dan muncullah kota perdagangan seperti Genoa, Florencia, dan Venetia. Perserikatan yang dibentuk pada tahun 1350 itu bertujuan untuk menjaga keamanan dalam perdagangan. Kehidupan Inggris saat itu masih bergantung pada tuan-tuan tanah, yang tanahnya itu diperuntukkan untuk pemeliharaan ternak yang menghasilkan bahan baku wol, lalu di ekspor. 

Barulah pada abad 17 sampai 19, Inggris berhasil menjadi negara pelopor gerakan revolusi industri yang pertama. Hal ini disebabkan adanya penemuan mesin uap. Pada tahun 1764, James Watt, menciptakan mesin uap. Pada tahun 1783, Maquis de Jouffroy menciptakan mesin uap penggerak kapal, lalu pada tahun 1904 Richard Trevithick menciptakan lokomotif uap yang pertama didunia. Revolusi industri 1.0 ini mencatatkan sejarah besar, yakni naik drastisnya perekonomian dalam dua abad berikutnya. 

Mesin Uap

Pada revolusi industri 2.0, listrik mulai menggantikan mesin bertenaga air dan uap. Revolusi ini hadir pada abad 19. Perubahan industri ini dimulai dari penemuan motor listrik daripada ilmuwan Michael Faraday pada tahun 1821. Jauh sebelumnya ada nama Wiliam Gilbert, seorang pelopor dan peneliti listrik dan magnet pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth 1. Dia dikenal sebagai bapak ilmu listrik dan ilmu magnet. Adanya ilmu listrik yang terkonsepsi dengan baik, melahirkan ilmuwan ilmuwan baru seperti Alexander Graham Bell, Otto Biathy Thoma Alva Edison, Galileo Ferraris, Oliver Heaviside, Anyos Jedlik, Lord Kelvin, Sir Charles Parsons, Ernst Werner von Siemens, Joseph Swan, Nikola Tesla, dan George Westinghouse. Penemuan-penemuan dari ilmuwan inilah yang menjadi pergerakan awal revolusi industri kedua. Ya, adanya penemuan teknologi baru seperti pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dan lain-lain menjadi bukti nyata kebergunaan listrik. 


Benjamin Franklin Ilmuwan penemu listrik alami melakukan penelitian dengan layang-layang

Pabrik mobil Ford pada era 2.0, menguasai pabrik mobil dunia

Periode ini memicu program manajemen yang meningkatkan effisiensi dan efektivitas manufaktur, dan kemudian hasil produksi yang naik signifikan.

Baca juga : Benarkah faceapp itu berbahaya ? ini dia bahasannya

Baca juga : Sejarah unik teknologi pendeteksi kebohongan

Pada abad ke 20, muncullah teknologi digital dan internet sekaligus menandai dimulai revolusi industri 3.0. Revolusi ini juga disebut sebagai revolusi digital. Revolusi dimulai dengan ditemukannya, PLC (Programmable Logic Controller), menjadikan mesin industri dapat berjalan secara otomatis dan menyebabkan biaya produksi makin murah. Revolusi ini juga di tandai dengan perubahan di dunia musik, dengan lahirnya musik digital yang cepat menguasai pasar. Terjadi juga dalam dunia fotografi, yang tidak perlu lagi memerlukan kertas film didalam perangkat memoto obyek. Semua serba digital dan penuh dengan komputerisasi. 


Komputer Colossus, menjadi pijakan awal revolusi industri 3.0

Dalam pandangan sosiolog asal Inggris, David Harley, revolusi industri 3.0 adalah proses penempatan ruang dan waktu. Artinya, waktu dan ruang tidak lagi berjarak. Revolusi ini mengubah pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemporer. 

Lalu, yang terakhir, ada revolusi industri 4.0. Dimulai pada tahun 2000, banyak perusahaan yang awalnya menggunakan mesin yang memerlukan operator, menggantinya dengan mesin fully automatic, sehingga hanya sedikit memerlukan tenaga manusia. 
Salah satu contoh nyata adalah adanya e-parking. Self-Driving car dari Google yang memungkinkan untuk mengendarai mobil tanpa campur tangan manusia. Revolusi ini juga mendukung adanya IoT (Internet of Things), cloud computing, dan Big Data. 



Hal ini memungkinkan sistem untuk berbagi informasi, analisa informasi, dan di jadikan sebagai dasar pengambilan keputusan. Contoh lain yang dapat diambil adalah muncul perusahaan cloud computing, seperti Azure milik Microsoft, Amazon dari pemiliknya Jeef Bezos, dan Alibaba dari pemiliknya Jack Ma.

Post a Comment

0 Comments