Sejarah Unik Teknologi Pendeteksi Kebohongan


Halo sobat lautan, semoga sehat selalu ya. 
Kali ini lautan akan berbagi cerita nih, tentang sejarah teknologi pendeteksi kebohongan, Teknologi sering disebut dengan nama lain lie detector, atau polygraph. Polygraph pertama kali di ciptakan oleh John Augustus Larson pada tahun 1921. Ia adalah seorang mahasiswa kedokteran yang juga merangkap sebagai polisi setempat. Bahkan ada info yang menyebutkan bahwa penemuan polygraph jauh dari sebelumnya, yakni pada tahun 1902 oleh James Mackenzie. Polygraph dikembangkan dari mesin pendeteksi untuk sirkulasi yang dibuat Cambridge dan Paul Instrumen, dari perusahaan di Inggris bernomor L-933517. Di ketahui, John Larson menciptakan polygraph modren.

Alat dibuat oleh John ini dikenal dengan sphygmonanometer erlanger. 3 tahun berikutnya, Leonardo Keeler kemudian membuat polygraph yang disebut Emotograph. Emotograph adalah alat untuk menangkap informasi dan data dengan otomatis dari perubahan yang terjadi dalam tubuh seseorang yang sedang dites tingkat kebohongannya. 

Alat ini dilengkapi sensor tubuh untuk mengukur denyut nadi, detak jantung, perubahan suhu, dan konduktivitas listrik pada orang yang memakainya. 

Pada awalnya, polygraph digunakan untuk kasus pelecehan seksual. Di inggris, para tahanan yang akan bebas akan mengalami tes kebohongan untuk mendapatkan data bahwa mereka tidak akan mengulanginya lagi. Di Amerika, alat ini digunakan untuk mendeteksi kebohongan dari orang-orang yang akan menjadi pegawai negeri. Ya, layaknya, anggota baru FBI, Kepoilisian dan lain-lain. 

Tingkat kesuksesan alat ini sekitar 85 hingga 90 persen. Namun, alat ini tidak menjadi dasar pengambilan keputusan dalam berbagai kasus. Terbukti, alat ini pernah salah besar, dalam kasus besar Green River Killer


Ia adalah tersangka atas terbunuhnya 48 nyawa. Saat menjalani tes, ia berhasil menipu alat ini. Namun, dua puluh tahun kemudian, dia mengaku telah terlibat dalam pembunuhan yang telah lalu. 

Polygraph bekerja dengan cara mendeteksi tingkat emosi pelaku dengan pengukuran laju pernapasan, volume darah, denyut nadi serta respon kulit. BIasanya orang yang berbohong akan mengalami tekanan mental dan itu akan tampak salah satunya dari keluarnya keringat di kepala.

Yang diukur oleh polygraph adalah pergerakan badan, diafragma, pernapasan dada, keringat, denyut nadi dan tekanan darah. Alat ini bekerja dengan sensor yang dapat mengukur perubahan tubuh saat tubuh atau subyek di beri pertanyaan ya atau tidak dan terhubung pada komputer. Ada beberapa bagian sensor yang diletakkan di subyek, yaitu alat yang digunakan untuk mengukur denyut nadi dan tekanan darah, dan dua, adalah selang yang dipasang di bagian dada dan abdoment untuk merekam pernapasan, dan tiga dua plat metal dipasang di jari untuk mendeteksi keringat.



Alat pengukur tekanan darah di tempatkan di lengan. Alat ini mencatat perubahan-perubahan tekanan darah yang kemudian di proses dan ditampilkan dalam bentuk visual grafik. Bagian kedua, adalah pneumographs atau sensor respiratory rate. Berbentuk tabung karet yang berisikan udara, yang dikaitkan mengelingi dada. Ketika dada mengembang, udara dalam tabung akan di konversikan dalam bentuk grafik di layar monitor.

Bagian ketiga dari alat ini adalah, Galvanic Skin Resistance (GSR), yang berguna sebagai pencatat aktivitas elektro-dermal. Pengukur keringat di ujung jari. Fingerplates melekat pada dua jari subyek. Semua data akan diproses dan di tampilkan dalam bentuk grafik

Data-data tersebut kemudian akan diolah oleh penyidik, untuk memastikan bahwa subyek itu berbohong atau tidak. Eheheh sebagai hiburan, kita lihat video lucu tentang polygraph dibawah ini versi harbatah :D.


Ehehe :D.

Post a Comment

0 Comments