Belajar Dasar Dasar Pemrograman PHP : PHP Manual Part 2


Halo sobat lautan, semoga sehat selalu ya.
Kembali lagi membahas bahasa pemrograman website, kali ini kita belajar tentang PHP. Sebelumnya, dalam kategori ini kita telah belajar tentang apa itu PHP manual. Namun, masih separuh dari keseluruhan materi. Kita akan membahas tentang cara menggunakan dan membaca format penulisan function di PHP manual. Sebelumnya kita telah membahas apa itu PHP manual, dan cara downloadnya. 

Baca juga : Belajar dasar dasar pemrograman PHP : PHP manual


Cara Menggunakan PHP Manual

File PHP yang kemarin kita download berisikan inti daripada PHP. Didalamnya terdapat referensi fungsi dan fitur-fitur terbaru PHP. Namun, perlu dicatat, tidak semua materi cocok untuk pemula. Ada pula yang butuh pemahaman khusus, seperti materi tentang object dan PHP security. PHP manual lebih kepada referensi dan tidak menunjukkan bagaimana cara membuah website utuh.

Pada sisi kiri file chm, terdapat semacam daftar isi dari PHP manual. Dikelompokkan berdasarkan kategorinya, mulai dari cara menginstall PHP, syntax dasar PHP, hingga referensi fungsi-fungsi PHP. Daripada bertele-tele menjelaskan kembali PHP manual, mari kita lanjutkan cara untuk menggunakannya.

Klik Function Reference dari daftar isi, dan setelahnya anda bisa melihat seluruh daftar katalog dari fungsi-fungsi bawaan PHP. Contohnya, pilih kategori Mathematical Extensions, lalu klik Math - Mathematical Functions. Kategori ini berisi fungsi-fungsi dasar tentang tipe data float dan integer.


Cara lain untuk menggunakan PHP manual adalah dengan menggunakan pencarian index atau search. Pencarian menggunakan ini lebih akurat dan cepat, dengan catatan kita hafal nama fungsi yang ingin dicari. Bila kurang hafal maka bisa menggunakan fitur search.

Misalkan anda menemukan kode yang memuat fungsi ceil() dan ingin tau apa fungsinya. Klik menu search, lalu ketik ceil() dan klik list topic. Sesaat kemudian akan tampak hasil pencarian, dan klik untuk penjelasan tentang fungsi ceil().



Cara Membaca Format Penulisan PHP Manual

Sebelum mengetahui cara membacanya, kita balik lagi kepada penjelasan tentang fungsi ceil(). Terbagi kedalam beberapa bagian. Bagian paling atas terdapat judul fungsi, yakni ceil. Setelahnya adalah PHP4, PHP5, ini berarti fungsi ceil() sudah tersedia di PHP4 dan PHP5. Di bagian Description ditulis sebagai berikut 

float ceil ( float $value )

Format penulisan ini mengikuti aturan daripada PHP manual :

returned_type function_name ( parameter_type parameter_name )

Tanda float paling awal, menjelaskan bahwa nilai kembalian dari fungsi ceil adalah sesuatu dengan tipe data float. Sedangkan tanda float sebelum argumen $value menjelaskan bahwa fungsi ceil() membutuhkan satu argumen bertipe float. Penjelasan tentang fungsi ceil() ada di baris selanjutnya.

Returns the next highest integer value by rounding up value if neccessary, yang artinya mengembalikan nilai integer terbesar berikutnya dan akan dibulatkan jika diperlukan.

Jadi fungsi ceil() adalah fungsi untuk membulatkan sebuah angka float ke atas. Contoh ceil(5.2) akan menghasilkan nilai 6. Penjelasan tentang parameter dan nilai kembalian dijelaskan kembali pada bagian Parameters dan Return Values. Coba lihat pada bagian Examples. Terdapat contoh program yang memperlihatkan cara penggunaan fungsi ceil()

<?php
echo ceil(4.3); // 5
echo "<br>";
echo ceil(9.999); // 10
echo "<br>";
echo ceil(-3.14); // -3

?>

Fungsi ceil() akan membulatkan angka ke atas.

Contoh lain, kita akan coba fungsi floor(). Anda bisa mencarinya dengan pencarian index atau lainnya.


Pada bagian Description, fungsi ditulis sebagai berikut

mixed floor ( float $value )

Mixed adalah cara PHP manual menyatakan bahwa nilai kembalian fungsi ini tidak hanya 1 tipe data, tapi bisa 2, 3, atau lebih. Fungsi floor(), membulatkan angka ke bawah, contoh floor(4.3) akan menghasilkan angka 4. Selain mengembalikan nilai integer, fungsi floor() juga akan menghasilkan boolean FALSE ketika mendapati error. Contoh kita menginput array:floor(array(4.2)). Inilah yang dimaksud dengan mixed, dimana fungsi floor() bisa mengembalikan 2 jenis tipe data, yakni float dan boolean

Berikut contoh penggunaannya

<?php
echo floor(4.3); // 4
echo "<br>";
echo floor(9.999); // 9
echo "<br>";
echo floor(-3.14); // -4
echo "<br>";
var_dump( floor(array(4.2)) ); // bool(false)

?>

Semoga bermanfaat :).

Post a Comment

0 Comments