Subscribe
for our all latest news and updates



Home » » Haruskah Lulusan Sarjana Komputer Pandai Koding ?

Haruskah Lulusan Sarjana Komputer Pandai Koding ?


Halo sobat lautan, semoga sehat selalu ya.
Lautan akan bahas hal yang banyak ditanyakan oleh teman-teman lautan atau bahkan mungkin anda dengan teman anda. 

Haruskah lulusan sarjana komputer pandai koding ?. 

Ini menjadi pertanyaan besar bagi mereka-mereka yang kuliah di bidang Teknologi Informasi. Koding, seperti menjadi bagian dasar yang harus dikuasai oleh seorang calon sarjana komputer. Apa lagi di jurusan lautan, yakni Sistem Informasi. Koding menjadi makanan sehari-hari lautan. Koding itu wajib. 
Seorang data analisipun mengaplikasikan bahasa pemrograman, seperti Python untuk riset. Meskipun masih ada bahasa R yang khusus untuk analisa data. Teman-teman lautan yang dibagian Matematika Terapan, yang lebih tau banyak.

Kembali pada pertanyaan besarnya, yakni "Haruskah lulusan sarjana komputer pandai koding"?. Jawabannya tentu saja Tidak. Meskipun koding adalah kemampuan yang sebenarnya wajib dikuasai, namun masih banyak pelajaran lain yang bisa dijadikan sumber kemampuan. 

Sebut saja, diantaranya ngedesain. Entah itu ngedesain prototipe, grafis, video, dan lain-lain. Cakupan ngedesain disini sangatlah luas. Ngedesain, adalah tindak lanjut sebuah pemikiran. Jadi, anda gak bisa sembarang desain kalau gak mikirkan ide terlebih dahulu.

Ada pula kemampuan konsultan marketing. Kemampuan untuk menganalisa pasar, agar dapat diambil informasi untuk kemudian diolah dan diambil inti sarinya, untuk dasar pengambilan keputusan. Berbicara pengambilan keputusan, ada pula kemampuan analisa pengambilan keputusan. 

Kalau diperkuliahan, ada di mata kuliah Sistem Pengambilan Keputusan. Kemampuan ini menganalisa keputusan mana yang terbaik untuk dijalankan. Ada pula kemampuan adminitrasi, yakni mengurus segala ketatausahaan kantor berjalan baik atau lancar.

Banyak lagi kemampuan yang bisa diandalkan selain ngoding. Mungkin anda bisa bantu menyebutkannya dikolom komentar.

Tapi, lulusan sarjana komputer yang pandai koding, tentu lebih bernilai dibanding yang tidak. Ada banyak faktor yang menyebabkan banyak lulusan sarjana komputer yang tidak pandai atau bahkan tidak bisa koding.

Salah satu alasannya dari artikel Trentech.id berjudul "Sarjana komputer tidak bisa coding, apa kata dunia ?" adalah gaya belajar mereka yang masih nunggu disuapin. 

Gaya belajar seperti inilah yang membuat kemampuan koding kebanyakan mahasiswa IT, standar atau bahkan dibawah rata-rata. Materi kuliah yang diberikan, maka itulah yang dipelajari. Tidak ada keinginan untuk menambah cakrawala ilmu lebih.

Satu hal lagi, yang mungkin menjadi alasan mengapa koding bukanlah kemampuan yang bisa ditonjolkan kebanyakan sarjana komputer adalah. Adalah koding dianggap momok sama seperti matematika. Ini salah, koding memang menggunakan logika matematika, namun tidak serumit matematika.

Radita Liem (Cewek ya ni Bro, jangan salah), Praktisi Ilmu Data dan Komputasi Performa Tinggi, mengungkapkan 2 faktor penyebab banyaknya sarjana komputer tidak bisa koding. Faktor itu adalah faktor dari dalam dan dari luar.

Faktor dari dalam

  • Miskonsepsi topik yang dipelajari saat kuliah tidak relevan dengan dunia kerja. 
  • Tidak mau belajar atau menganggap pelajaran selesai ketika sudah lulus
  • Pikiran bahwa programmer adalah pekerjaan rendahan bagi seorang lulusan IT. Salah besar ini mah...
Faktor dari luar

  • Pengajar yang tidak kompeten
  • Tekanan sosio-kultural, apalagi bagi wanita, karena merasa kalah dari laki-laki. Banyak programmer juga dari kalangan wanita, cuma ya rata-rata wanita gak mau yang ribet-ribet.
Pandai koding bagi sarjana komputer bukanlah keharusan, namun mengingat koding adalah pelajaran dasar bagi sarjana komputer, maka memilikinya tentu menambah nilai diri di dunia kerja.

Thanks for reading & sharing LAUTAN-IT

Previous
« Prev Post

0 Comments:

Post a Comment

Ngiklan? Sini Aja

Ngiklan? Sini Aja
Hubungi Kontak Kami